About

Usai sukses menggelar Indonesia Open Premier Super Series 2011, tanah air akan kembali disuguhkan dengan ajang International bertajuk Indonesia International Challenge. Kota Surabaya akan kembali menjadi pilihan utama dalam ajang yang akan dihelat di GOR Sudirman pada 19-24 Juli.

International Challenge merupakan kejuaraan bulutangkis level keempat  yang berada di bawah organisasi bulutangkis dunia (BWF). Kendati tak sebesar event super series, International Challenge tetap menjadi daya tarik pebulutangkis dunia untuk mengumpulkan poin. Tahun 2011 akan menjadi tahun ketiga terselenggaranya Indonesia International Challenge.

Jakarta menjadi kota pertama terselenggaranya ajang yang dimulai pada tahun 2009 lalu. Kala itu, sebanyak ratusan pebulutangkis dari 19 negara memeriahkan ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar UDS 15.000 ini. Pada Indonesia Challenge 2009, dua pemain PB Djarum Kudus, Fransiska Ratnasari dan Dionysius Hayom Rumbaka, masing-masing tampil sebagai juara tunggal putri dan putra.

Tahun 2010, giliran Surabaya yang menjadi tuan rumah Indonesia International Challenge. Sebanyak ratusan pebulutangkis dari 14 negara menguji kemampuan dalam laga yang digelar di GOR Sudirman Surabaya, Jawa Timur. Pebulutangkis Indonesia, Rosaria Yusfin Pungkasari dan Alamsyah Yunus menjadi juara di nomor tunggal putri dan putra. Sedangkan tiga gelar di nomor ganda disapu pemain-pemain Pelatnas. Lantas, siapakan yang akan menjadi juara tahun ini? Yang pasti, Korea Selatan menjadi kekuatan baru. Selain mengirim puluhan pebulutangkis terbaiknya, salah satu produsen perangkat bulutangkis asal “Negeri Gingseng” tersebut menjadi sponsor utama dalam Indonesia International Challenge 2011.