Tentang Indonesia Open

Turnamen dunia terbesar dan paling ditunggu para pecinta bulutangkis tanah air, BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 (BIOSP) siap kembali digelar. Kejuaraan bulutangkis dengan level World Superseries ini bakal dihelat selama tujuh hari berturut - turu di Istora Senayan, Jakarta, 30 Mei - 05 Juni 2016. Tak hanya itu, hadiah yang ditawarkan tahun ini pun meningkat dan terhitung fantastis, dengan total hadiah US$ 900,000 siap diperebutkan.

BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 akan diikuti oleh pebulutangkis top dunia. Sebut saja Chen Long (CHN), Lee Chong Wei (MAS), Ratchanok Intanon (THA), Carolina Marin (ESP), Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (KOR), Fu Haifeng/Zhang Nan (CHN), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (JPN), Tang Yuanting/Yu Yang (F) (CHN), Zhang Nan/Zhao Yunlei (CHN), Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN) dan sejumlah nama besar pebulutangkis Indonesia seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Pravee Jordan/Debby Susanto, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, Tommy Sugiarto, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Markus Fernaldi Gideon serta para atlet - atlet muda yang sejak awal tahun mulai menunjukkan performa menanjak seperti Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting akan turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.

Tahun lalu, Indonesia hampir menyabet satu gelar juara di nomor ganda putri setelah Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii gagal menaklukan pasangan asal Tiongkok Tang Jinghua/Tian Qing setelah kalah 21-11 21-10 pada babak final.

Tentunya, dalam gelaran BIOSSP 2016 kali ini Indonesia berharap dapat memetik lebih banyak gelar terlebih dengan hasil positif yang didapat oleh para pebulutangkis pada turnamen - turnamen sebelumnya.

Sejarah Indonesia Open

Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar bulutangkis di tanah air bahkan dunia. Jika ditahun - tahun sebelumnya Istora selalu meriah dipertengahan bulan Juni, maka tahun ini kemeriahan BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 akan berlangsung lebih awal. Pebulutangkis papan atas dunia akan kembali berburu gelar di Istora Senayan mulai 30 Mei - 5 Juni mendatang.

Tahun ini menjadi tahun ketiga bagi PT. Bank Central Asia (BCA) tbk. menjadi sponsor utama turnamen yang berlabel Superseries Premier ini bersama dan bersinergi dengan Djarum Foundation sebagai sponsor pendamping. Hadiah yang ditawarkan pun kian fantastis, jika ditahun sebelumnya total hadiah yang diperebutkan adalah US$800.000, makan tahun ini bertambah menjadi US$900.000.

Sebelum kita menduga-duga siapa yang akan meraih total hadiah ratusan ribu dollar, tak ada salahnya kita melirik sejenak tentang sejarah kejuaraan ini.

Indonesia Open digagas oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1982. Kejuaraan ini pun terus bergulir hingga akhirnya pada tahun 2007 Indonesia Open masuk kedalam jajaran super series, yang terselenggara di 12 negara saja.

Mungkin bagi anda yang baru mengikuti jalannya Indonesia Open, mengetahui kejuaraan ini hanya dilangsungkan di Jakarta. Tetapi tahukah anda, bahwa kejuaraan ini pernah diselenggarakan di delapan kota lainnya, yaitu Samarinda (1990), Bandung (1991), Semarang (1992), Yogyakarta (1994), Denpasar (1999), Surabaya (2002) serta Batam (2003).

Peraih gelar terbanyak saat ini adalah Ardy B Wiranata (1990, 1991, 1992, 1994, 1995 dan 1997) serta Taufik Hidayat, yang sama-sama mengoleksi enam gelar juara. Taufik yang berhasil juara pada 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, serta 2006 masih memiliki kesempatan untuk menjadi peraih gelar terbanyak setelah ia masih akan berlaga di tahun ini. Taufik mencapai final di tahun 2010, namun sayang langkahnya di hentikan Lee Chong Wei dari Malaysia di duel klasik ini.

Di tahun 2015 lalu, harapan besar terletak pada pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Harapan meraih juara hampir teraih setelah pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mencapai babak final ganda putri melawan pasangan asal negeri tirai bambu Tang Jinhua/Tian Qing. Namun sayang Greysia/Nitya gagal menundukkan lawannya setelah kalah 10-21 14-21.

Disektor ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti dibabak semifinal setelah takluk juga dari wakil Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan lewat pertarungan tiga game 20-22 21-18 15-21. Sedangkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masih belum berhasil menaklukan musuh bebuyutan mereka Zhang Nan/Zhao Yunlei setelah takluk di semifinal 16-21 21-15 21-18.

Sebenarnya, catatan Indonesia di turnamen yang digelar di tanah air ini pun terbilang manis, Indonesia berhasil menyapu bersih semua gelar di tahun 1983, 1996, 1997, dan 2001. Indonesia pun tercatat peraih 80 gelar di sepanjang penyelenggaraannya, disusul Cina yang mengoleksi 42 gelar dan Korea Selatan 13 gelar. Sanggupkah Indonesia kembali ke podium tertinggi? Ayo Indonesia, Kita Percaya!

Foto Terbaru

Video terbaru

  • TVC & Promotions : [After Event] BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016
  • Gimmicks : BIO Trivia with Vivian Hoo Kah Mun (MALAYSIA)
  • Gimmicks : BIO Trivia with Jonatan Christie (Indonesia)