"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/6).
Menurut Taufik, persaingan bulu tangkis dunia saat ini semakin kompetitif dan merata sehingga kesiapan menjadi faktor yang sangat menentukan. "Persaingan sekarang semakin ketat dan merata. Karena itu fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi," tegasnya.
Ia juga menaruh perhatian terhadap perkembangan generasi muda Indonesia yang mendapat kesempatan berharga tampil melawan pemain-pemain terbaik dunia. "Kami berharap para atlet muda Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Indonesia Open adalah panggung yang sangat baik untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan melawan pemain terbaik dunia. Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun," katanya.
Indonesia Open selalu menjadi salah satu turnamen yang paling dinantikan dalam kalender bulu tangkis dunia. Selain menghadirkan para pemain terbaik dunia, turnamen ini juga dikenal dengan atmosfer khas Istora yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.
Pada Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung pada 2-7 Juni, sejumlah pebulu tangkis papan atas dunia seperti Shi Yu qi, An Se Young, Chen Yu Fei, Anders Antonsen, Christo Popov, Ratchanok Intanon, Kunlavut Vitidsarn, Wang Chang, serta pemain-pemain terbaik lainnya, dipastikan tampil di Jakarta.
Sementara itu, Indonesia akan menurunkan kekuatan terbaiknya, termasuk Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, hingga para pemain muda yang tengah menjadi perhatian, seperti Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.


