Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto menyatakan, kebijakan tersebut sebelumnya juga telah diterapkan pada penyelenggaraan Indonesia Masters 2026, Januari lalu, sebagai upaya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terbuka dan meriah bagi "Badminton Lovers".
Lebih lanjut Budiharto menjelaskan, konsep kawasan terbuka tersebut dihadirkan untuk mendekatkan para penggemar dengan atmosfer turnamen dan para pemain yang bertanding di Polytron Indonesia Open 2026. Dengan konsep ini, masyarakat tetap dapat merasakan kemeriahan ajang meski tidak menyaksikan pertandingan secara langsung di dalam arena. Pengunjung juga bisa datang untuk menikmati berbagai aktivitas pendukung, termasuk berburu merchandise resmi dan mengunjungi beragam stan yang tersedia di kawasan Istora.
"Kenapa konsepnya seperti Indonesia Masters? Intinya kami melakukan itu untuk bulu tangkis Indonesia. Harapannya, pengunjung bisa datang ke sekitaran arena pertandingan dan melihat berbagai aktivitas yang ada, seperti arena bermain untuk anak (Kids Zone) hingga membeli merchandise pertandingan," jelasnya kepada Djarum Badminton, Kamis, (4/6).
"Batasannya kalau masuk gedung pertandingan baru ada screening. Kami juga berikan kenyamanan pada atlet, dan beberapa area baru kami beri barikade," Budiharto, menambahkan.
Sebagai informasi, harga tiket Polytron Indonesia Open 2026 dibanderol mulai Rp40 ribu untuk Kategori 3 hingga Rp150 ribu untuk Kategori 1 pada hari pembukaan turnamen yang berlangsung pada 2–7 Juni 2026 tersebut.
Memasuki babak 16 besar pada Kamis (4/6), harga tiket berada pada kisaran Rp80 ribu hingga Rp350 ribu. Adapun untuk laga perempat final yang digelar Jumat (5/6), tiket dijual mulai Rp120 ribu hingga Rp500 ribu.
Sementara itu, tiket semifinal pada Sabtu (6/6) dipasarkan dengan harga Rp200 ribu hingga Rp750 ribu. Pada partai puncak yang berlangsung Minggu (7/6), penonton dapat menyaksikan rangkaian laga final dengan harga tiket mulai Rp280 ribu hingga Rp850 ribu.


