Besarnya arti Istora, tersirat dari cara para atlet pelatnas menggambarkan arena pertandingan tempat digelarnya turnamen bergengsi tersebut. Muhammad Shohibul Fikri memilih kata "semangat", sementara Daniel Marthin menyebutnya sebagai "kebanggaan". Adapun Siti Fadia Silva Ramadhanti menggambarkan Indonesia Open sebagai turnamen yang "ikonik", sedangkan Alwi Farhan memilih kata "amazing" untuk mendeskripsikan Istora
Daniel, yang kembali ke arena pertandingan level tinggi bersama Leo Rolly Carnando setelah sekian lama absen, baru saja menuntaskan dua turnamen di Asia Tenggara. Mereka menjuarai Thailand Open 2026, tetapi langsung tersisih di babak pertama pada Malaysia Masters 2026. Daniel berpendapat, salah satu faktor yang membantu mereka meraih gelar juara di Thailand adalah komunikasi yang semakin baik, di dalam maupun di luar lapangan.
Menurutnya, intensitas komunikasi tersebut turut memperkuat kekompakan mereka sehingga dapat tampil lebih solid saat bertanding. "Kita juga tidak terlalu canggung karena sebelumnya sudah lama berpasangan juga," tuturnya kepada wartawan, dalam sesi jumpa pers Polytron Indonesia Open 2026, Senin (1/6), di Jakarta.
"Terus juga kemarin kami sama-sama punya satu tujuan, sih, inginnya jadi juara lagi. Dan akhirnya tercapai, dan semoga kita bisa konsisten," Daniel, menambahkan.
Jelang Polytron Indonesia Open 2026, Daniel berharap mereka dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Meski memiliki ambisi untuk meraih gelar juara di hadapan publik sendiri di Istora, Daniel menegaskan bahwa ia dan Leo akan tetap fokus menjalani pertandingan satu demi satu, tanpa memikirkan terlalu jauh hasil akhir.


