"Hari ini benar-benar luar biasa. Di gim terakhir pertandingannya benar-benar sangat seru. Penonton pun juga ramai sekali hari ini. Benar-benar nggak nyangka juga terakhir kami bisa membalikkan keadaan walaupun posisinya kita tertekan terus ya di gim ketiga, tapi kami bisa menyelesaikan, ini benar-benar luar biasa, nggak bakal saya lupakan," kata Joaquin melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Puji Tuhan kami bisa kasih kemenangan, pastinya pertandingan hari ini nggak mudah. Mungkin agak banyak ragu-ragu aja, baru pertama kali ketemu lawan juga. Situasi lapangan hari ini dengan lapangan kemarin beda juga," Raymond, menambahkan.
Kalah di gim pembuka, Raymond/Joaquin berusaha bangkit di gim kedua, mereka unggul jauh 12-7. Namun, Hoki/Kobayashi terus mengejar, mereka tak ingin gim penentuan dimainkan. Suasana makin menegangkan saat Hoki/Kobayashi bisa menyamakan kedudukan menjadi 18-18 dan bahkan beberapa kali terjadi game point.
Raymond/Joaquin yang bermain agresif, terus melancarkan serangan demi serangan untuk menembus pertahanan Hoki/Kobayashi. Upaya mereka berhasil, Raymond/Joaquin memperpanjang nafas hingga gim ketiga.
Di gim ketiga, Raymond/Joaquin tertinggal jauh dalam perolehan poin, tetapi mampu membalikkan keadaan. Fokus Hoki/Kobayashi juga mulai terganggu, beberapa kali mereka melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Joaquin juga memuji servis Raymond yang menyumbang banyak poin di gim penentuan. "Servis itu menurut saya hal-hal kecil yang kelihatannya sepele, tapi penting banget," katanya.
"Apalagi di gim ketiga tadi, kami sempat ketinggalan jauh dari 13-18 langsung 19-19 langsung balik unggul kan. Jadi memang kelihatannya sepele tapi benar-benar hal yang penting banget. Jadi kalau servisnya sudah bagus, untuk menguasai permainan akan lebih jauh lebih gampang," demikian Joaquin.



