All England 2026 - Ajang Besar, Tekanan Besar

Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Jonatan Christie (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Tersingkirnya sejumlah pemain unggulan menjadi pemandangan yang jamak terjadi di babak pertama All England 2026. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tumbangnya tunggal putra China sekaligus unggulan pertama, Shi Yu Qi, yang kalah dari wakil India, Lakshya Sen. Hal ini menjadi bukti ketatnya persaingan pada turnamen bulu tangkis paling prestisius tersebut.

Shi, sang juara bertahan, kalah tiga gim 23-21, 19-21, 21-17 setelah bertarung selama 78 menit melawan tunggal putra berperingkat ke-12 dunia tersebut. "Wajar, kalah dalam pertandingan, apalagi setelah sekian lama tidak bermain di turnamen, dan juga karena cedera punggung yang saya alami," tanggap pemain nomor satu dunia itu melalui laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Rabu (4/3).

"Pergelangan tangan saya juga terasa tidak nyaman. Jadi secara umum, saya tidak dalam kondisi terbaik, dan saya hanya berlatih satu minggu sebelum ini, dan selama pertandingan hari ini, kami berdua melakukan cukup banyak kesalahan, tetapi saya rasa saya sudah berusaha sebaik mungkin dalam pertandingan ini," Shi, menambahkan.

Masih di nomor tunggal putra, nasib serupa juga dialami oleh unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, serta wakil Prancis yang juga unggulan kedelapan, Alex Lanier. Antonsen kalah dua gim langsung dari Koki Watanabe, sementara Lanier harus mengakui keunggulan wakil Kanada, Victor Lai, setelah bertanding tiga gim.

Ketatnya persaingan di babak pertama dalam perburuan gelar juara turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut, juga dirasakan oleh tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Ia dipaksa bekerja keras saat melawan Jia Heng Jason Teh dari Singapura. Pemain unggulan keempat itu berjuang tiga gim yang berakhir dengan skor 21-11, 10-21, 21-15.

"All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Event yang besar dengan poinnya pun juga cukup besar. Setelah India Open, turnamen terakhir saya, lebih banyak persiapan menuju ke sini. Dari psikologisnya, dari fisiknya dan dari cara mainnya," jelasnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai laga berdurasi 60 menit tersebut.

Atlet yang karib disapa Jojo ini menyatakan, di babak awal All England, para pemain masih berusaha mencari situasi dan kembali menemukan sentuhan permainan, terlebih dengan persaingan yang kini semakin merata. Juara All England 2024 ini menilai, banyak pemain bagus, termasuk pemain muda, sehingga siapa pun memiliki peluang untuk menang. Karena itu, lanjutnya, setiap pertandingan harus dianggap seperti partai final. 

"Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya, inilah maksudnya big event. Pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah," paparnya.

Tumbangnya para unggulan juga terjadi di nomor lainnya. Di sektor tunggal putri, Han Yue, unggulan ketiga asal China, harus angkat koper lebih dini setelah kalah tiga gim dari pebulu tangkis muda asal Jepang, Riko Gunji.

Di sektor ganda putra, pasangan unggulan keempat asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, tersingkir di babak pertama setelah gagal membendung perlawanan Kang Khai Xing/Aaron Tai dari Malaysia. Hal serupa juga dialami ganda putra Indonesia yang menempati unggulan ketujuh, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang harus mengakui keunggulan pasangan kakak-beradik asal Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov.

Kejutan tersingkirnya unggulan juga terjadi di nomor ganda putri. Pasangan unggulan ketujuh asal China, Li Yi Jing/Luo Xu Min, dipaksa mengakui keunggulan duet kakak-beradik asal Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. 

Di nomor ganda campuran pun tak luput dari kejutan, dengan tersingkirnya dua pasangan unggulan di babak pertama. Pasangan unggulan keempat asal Malaysia yang juga berstatus juara dunia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, kalah dari wakil Denmark, Rasmus Espersen/Amalie Cecilie Kudsk. Sementara itu, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, pasangan Denmark yang menempati unggulan kedelapan, juga gagal melangkah lebih jauh setelah gagal menghentikan perlawanan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang asal Taiwan.