All England 2026 - Alwi Bangkit dan Menang

Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Pada penampilan perdananya di All England, pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhadapan dengan pemain seangkatannya asal India, Ayush Shetty, Rabu (4/3). Alwi kalah di gim pertama, tetapi mampu bangkit pada dua gim berikutnya untuk memastikan kemenangan di babak 32 besar All England 2026 yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris.

Juara Indonesia Masters itu menghabiskan waktu selama 75 menit untuk meraih kemenangan rubber game yang berakhir dengan skor 19-21, 21-9, 21-17. "Pertama-tama, Alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Alwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Kamis (5/3) dini hari WIB.

Secara umum Alwi menegaskan tetap berusaha maksimal untuk merebut setiap poin sepanjang pertandingan. "Saya merasakan atmosfer yang berbeda tapi lawan saya juga baru pertama kali jadi saya mencoba menempatkan apa yang saya rasa dan dilempar ke lawan," jelasnya.

Awal gim pertama diwarnai sejumlah reli panjang antara kedua pemain. Alwi meraup beberapa poin melalui pukulan smes menyilang yang menjadi andalannya pada paruh pertama gim. Berkat tekanan tersebut, ia mampu menutup interval dengan keunggulan 11-8 dalam tempo 12 menit.

Alwi terus mendominasi permainan dan menjaga keunggulan hingga kedudukan 17-14. Pada momen tersebut, wasit meminta Shetty menepi setelah melihat luka pada lutut kanan pemain asal India itu. Tim medis kemudian masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan terhadap pemain peringkat ke-22 dunia tersebut, termasuk menutup luka dengan plester. Proses perawatan ini terjadi beberapa kali menjelang akhir gim pertama.

Memasuki fase krusial, Shetty bangkit dan dapat menyamakan kedudukan sebanyak dua kali, masing-masing pada skor 17-17 dan 19-19. Ia kemudian membalikkan keadaan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19. "Saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada medical break sehingga pertandingan terhenti," kata Alwi.

Pada gim berikutnya, Alwi langsung menampilkan permainan dengan tempo cepat dan unggul jauh dalam perolehan poin hingga interval, saat ia memimpin 11-4 dalam tempo sembilan menit. Momentum positif yang dibangun sejak awal gim pun terus berlanjut hingga paruh kedua gim kedua. Alwi kemudian mengantongi 12 game point dan berhasil memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah menutup gim kedua dengan kemenangan 21-9.

Tunggal putra pelatnas itu tidak menurunkan tempo permainan saat memasuki gim penentuan. Melalui sejumlah reli panjang, salah satunya mencapai 50 pukulan, Alwi mampu menjaga keunggulan dan menutup interval gim ketiga dengan skor 11-6.

Seusai jeda, upaya Shetty untuk mengejar ketertinggalan belum cukup untuk membendung permainan Alwi yang terus memperlebar jarak hingga 16-10. Ia kemudian mengantongi lima match point dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 21-17 pada gim ketiga. "Di gim kedua dan ketiga saya bisa bounce back, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya," pungkasnya.