"Alhamdulillah, waktu Tuhan pasti yang terbaik. Terima kasih ya Allah, saya berada di sini bukan karena diri saya, tapi karena Tuhan saya. Jadi tidak lupa mengucap puji syukur sebaik-baiknya," kata Alwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 54 menit itu.
"Sebenarnya tidak jauh berbeda dari waktu bertemu di Australian Open 2025 tapi memang pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, lebih melawan rasa ragu-ragu, melawan rasa trauma yang ada di dalam diri saya. Itu yang bisa membuat saya memenangkan pertandingan," papar pemain berperingkat ke-14 dunia tersebut.
Alwi tampil impresif di awal gim pertama dengan meraih poin demi poin secara cepat hingga unggul 9-1. Ia mampu mempertahankan keunggulan dengan margin cukup jauh saat interval dengan skor 11-2 dalam tempo tujuh menit. Momentum yang dibangun sejak awal tersebut, terus berlanjut pada paruh kedua gim pertama. Ia bahkan mencatat keunggulan terbesar saat memimpin 15-4, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-13.
Memasuki gim kedua, jalannya pertandingan bertolak belakang dengan gim pertama. Kali ini pertarungan berjalan lebih ketat, dengan kedua pemain saling berbalas poin dan skor imbang terjadi beberapa kali. Namun, Chou mampu keluar dari tekanan Alwi dan memimpin 11-9 saat interval.
Alwi kemudian menyamakan kedudukan menjadi 12-12 setelah pengembalian Chou menghantam net. Ia berbalik unggul dan mencatat dua poin beruntun untuk memperlebar keunggulan menjadi 14-12. Momentum tersebut berlanjut ketika Alwi meraih tiga poin berturut-turut melalui reli panjang sehingga mampu mempertahankan keunggulan 17-13.
Chou tak tinggal diam pada fase krusial dan berhasil memperkecil ketertinggalan hingga hanya terpaut satu poin. Namun, Alwi, peraih titel juara Indonesia Masters 2026, mampu keluar dari tekanan dengan meraih satu match point, lalu memastikan kemenangan setelah pengembalian Chou jatuh di luar garis belakang lapangan.
"Chou Tien Chen itu pemain yang unik menurut saya. Ketika banyak orang yang memperhatikan, semakin keluar permainannya. Jadi tadi saya mencoba lebih meredam, mencoba lebih menenangkan situasi. Ya, kurang lebihnya kayak singa jangan dibangunin saja, sih. Saya bermain lebih dalam hawa yang tidak terlalu tinggi tapi saya tetap memegang fokus permainan," papar Alwi.
Di perempat final, Jumat (6/3), Alwi akan menantang unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, yang belum pernah ia kalahkan dalam tiga pertemuan terakhir. "Bisa revans lagi, mungkin. Kita tidak pernah tahu. Saya akan memberikan yang terbaik tapi sekarang mau reset pikiran dan fokus dulu, besok baru digas lagi," pungkasnya.


