All England 2026 - Kegigihan dan Euforia Kemenangan Wang Zhi Yi

Wang Zhi Yi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Wang Zhi Yi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Akhirnya, setelah enam kali berturut-turut menjadi runner-up, Wang Zhi Yi dapat menikmati euforia gelar juara. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkannya sebagai peraih gelar juara All England 2026, tetapi juga terasa lebih istimewa karena mengakhiri rentetan 10 kekalahan berturut-turut dari An Se Young, yang seluruhnya terjadi di partai puncak turnamen.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, pertandingan di antara keduanya sebagian besar berlangsung satu sisi. Duel ketat terakhir Wang dengan tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan itu terjadi pada All England 2025, ketika ia hampir memenangi gim kedua, tetapi An mampu membalikkan keadaan di pengujung pertandingan.

Perjalanan Wang menuju puncak podium All England 2026 tidak berjalan mulus. Satu pekan sebelumnya, ia harus puas menjadi runner-up setelah kalah di final German Open 2026 dari rekan senegaranya yang lebih muda, Han Qian Xi. Namun, kekalahan tersebut tidak mengubah kegigihannya saat bertarung di Birmingham, Inggris

"Saya tidak terlalu memikirkan kekalahan di final pekan lalu. Ada pelajaran positif yang bisa saya pelajari dari sana. Menurut saya, lebih penting untuk terus membangun hal-hal yang sudah berjalan baik daripada fokus pada hal-hal negatif," papar Wang, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (9/3).

Saat bertarung di All England 2026, Wang harus berjuang keras untuk menyingkirkan Supanida Katethong asal Thailand dalam laga ketat di babak kedua. Ia kemudian menundukkan Tomoka Miyazaki (Jepang) melalui pertarungan tiga gim, lalu meraih kemenangan dua gim langsung yang tidak mudah atas Akane Yamaguchi (Jepang).

"Saya memainkan tiga gim yang sulit melawan Miyazaki dan di semifinal saya unggul di gim kedua, lalu dia (Yamaguchi) menyusul pada poin ke-19. Ada banyak momen sulit, tetapi saya berhasil tetap fokus pada bagaimana memainkan poin berikutnya daripada memikirkan poin sebelumnya," kata tunggal putri peringkat ke-2 dunia ini.

Pada akhir pekan lalu, khalayak dunia menyaksikan besarnya tekad Wang untuk menghentikan dominasi An. Ia bahkan menjadikan permainan An sebagai tolok ukur untuk meningkatkan performanya sendiri, antara lain dengan terus mengejar setiap pengembalian kok dari lawannya, termasuk saat harus melakukannya dari posisi yang sulit.

Menurut laporan pada laman BWF, sempat terlihat tanda-tanda keputusasaan dari An, antara lain tercermin dari menurunnya akurasi pukulannya. Meski demikian, ia tetap menunjukkan kegigihan dengan menyelamatkan tiga match point sebelum Wang memastikan kemenangan pada match point keempat. "Ini pertandingan yang sangat sulit. Saya hanya fokus pada strategi saya dan bermain dengan sabar. Kami memiliki banyak reli panjang, jadi saya harus bersabar dan terus bergerak," kata sang juara All England edisi ke-116 tersebut.

Wang berpendapat, faktor pembeda pada partai puncak tersebut adalah kekuatan mental saat menjalani reli panjang serta kemampuan untuk tidak larut memikirkan poin-poin sebelumnya. "Mentalitas adalah salah satu poin kunci yang saya ubah hari ini. Di pertandingan sebelumnya, saya tidak mampu bertahan hingga akhir reli panjang, tetapi hari ini saya mampu. Ini adalah salah satu hal penting yang mengarah pada hasil ini. Saya ingin belajar dari ini untuk masa depan," jelasnya.

"Ada beberapa kesempatan sebelumnya ketika saya memiliki match point dan akhirnya kalah, tetapi hari ini saya tidak memikirkan pertandingan sebelumnya, saya hanya fokus pada setiap poin di lapangan," Wang, menambahkan.

An memiliki keunggulan besar dalam rekor pertemuan dengan mengoleksi 18 kemenangan dari 22 pertandingan. Meski demikian, Wang menegaskan tidak terpengaruh oleh catatan tersebut saat memasuki arena pertandingan. "Saya menganggap ini sebagai pertandingan yang benar-benar baru. Setiap kali bermain melawannya, saya selalu mencoba menantang diri sendiri. Saya berharap setiap kali bertemu, saya bisa tampil lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya," tegasnya.

"Saya sangat gembira dan rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sejujurnya, saya masih sulit percaya bisa memenangkan pertandingan ini. Saya benar-benar sangat bahagia," demikian Wang.