All England 2026 - Prancis dan Malaysia Ukir Sejarah Baru

Thom Gicquel/Delphine Delrue (Djarum Badminton)
Thom Gicquel/Delphine Delrue (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Sejarah tercipta bagi dua negara di perempat final All England 2026, ketika Prancis dan Malaysia menorehkan pencapaian penting di Birmingham, Inggris. Thom Gicquel/Delphine Delrue menjadi ganda campuran pertama asal Prancis yang menembus semifinal turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu, sementara Pearly Tan/Thinaah Muralitharan mengakhiri penantian 19 tahun ganda putri Malaysia untuk kembali mencapai babak empat besar All England.

Gicquel/Delrue memenangi laga perempat final yang digelar di Utilita Arena Birmingham, atas pasangan unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, dengan skor identik 21-16, 21-16. Kemenangan tersebut diraih setelah mereka menyingkirkan pasangan unggulan teratas dari China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, di babak 16 besar. 

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya melaporkan, Gicquel/Delrue tampil penuh percaya diri sepanjang pertandingan berdurasi 42 menit tersebut.. Mereka terus menekan permainan di area depan dan menjaga lawan berada dalam tekanan. Delrue tampil tajam di depan net dengan kerap mencegat pukulan-pukulan keras serta membangun serangan demi serangan, sementara Jiang/Wei kesulitan merebut kendali permainan.

"Kami banyak berlatih untuk meningkatkan posisi saya dalam situasi menyerang. Kami tahu kekuatan kami ada di area dekat net dan tengah lapangan, tetapi langkah selanjutnya adalah bagaimana kami bisa meraih lebih banyak poin saat melakukan serangan. Hari ini kami tetap tenang dan mampu memainkan pukulan-pukulan yang cerdas," jelas Gicquel.

Sementara itu, bagi Delrue, penampilan tersebut mencerminkan kerja keras yang telah mereka lakukan dalam beberapa pekan terakhir. "Kami sangat senang karena kerja keras yang kami lakukan sepanjang bulan lalu akhirnya membuahkan hasil. Kami terus berupaya memberi tekanan kepada mereka sepanjang pertandingan, dan menurut saya, kami berhasil melakukannya," katanya.

Di sektor ganda putri, Pearly/Thinaah mengalahkan pasangan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, melalui straight games 21-9, 21-18 untuk mencapai semifinal All England pertama mereka, setelah enam kali percobaan. Hasil tersebut juga menjadikan mereka sebagai ganda putri Malaysia pertama yang menembus babak empat besar, sejak Wong Pei Tty/Chin Eei Hui pada 2007.

"Menurut saya, ini adalah merupakan terobosan besar bagi kami. Pada edisi-edisi sebelumnya kami selalu terhenti di perempat final. (Semifinal) Begitu dekat, tetapi terasa masih jauh. Bisa melangkah ke semifinal hari ini tentu menjadi perasaan yang sangat membahagiakan, tetapi perjalanan kami belum berakhir,"  kata Thinaah.

Ganda putri peringkat ke-2 dunia tersebut akan menghadapi tantangan berat di semifinal saat berjumpa pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, yang merupakan juara All England 2024. Kedua pasangan telah bertemu enam kali, dengan rekor pertemuan yang seimbang, masing-masing mengantongi tiga kemenangan.