Selain meningkatkan intensitas latihan, Nita menilai, kehadiran Nova juga membantu dirinya dan Amri semakin memahami pola permainan yang harus diterapkan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk tampil lebih solid dan maksimal saat menghadapi persaingan di Asian Games. "Program latihan dari Coach Nova ini banyak detail dan menuntut kami untuk naikkan kecepatan. Saya pribadi bersama Kak Amri juga, kami merasa cocok sama programnya yang dikasih," kata Nita, dikutip dari Antara, Kamis (10/9).
"Misalnya ketika Amri habis memukul kayak gini, aku harus ke mana dan bagaimana menjaga. Jadi sekarang itu kekompakan kami lebih kuat," Nita, mengungkapkan.
Lebih lanjut Nita mengatakan meski, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi penampilan perdana bagi mereka, keduanya membawa modal kepercayaan diri setelah meraih medali perunggu pada BWF World Championships 2026.
Menurutnya, pencapaian tersebut semakin menumbuhkan keyakinan bersama bahwa mereka mampu bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik. Hasil itu juga menjadi dorongan bagi Amri/Nita untuk terus meningkatkan level permainan dan membidik prestasi lebih tinggi di Asian Games. "Pastinya di Asian Games ini kami mau hasil yang terbaik dengan membawa pulang medali. Tapi ya sekarang kami menikmati proses persiapan dulu," katanya.
Sementara itu, Amri juga optimistis dapat menghadapi persaingan pada ajang multi-cabang terbesar di Asia tersebut. Ia menilai, pengalaman Nova sebagai atlet ganda campuran menjadi bekal penting dalam menyusun program latihan yang dapat membantu dirinya bersama Nita meningkatkan permainan dan tampil maksimal di Asian Games. "(Ditambah) dengan kemauan kami yang tinggi untuk bisa mengalahkan lawan-lawan, kami yakin lah bisa bersaing," katanya.
Amri mengakui, program latihan yang dijalankan bersama Nova saat ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan sebelumnya, termasuk dalam penerapan program latihan bagi atlet putra dan putri. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian untuk meningkatkan kemampuan masing-masing atlet sesuai dengan kebutuhan permainan. "Semuanya diatur, latihan untuk putra seperti ini, untuk putri seperti ini. Terus sebagai pasangan juga diarahkan untuk saling mengisi, kemudian bagaimana membangun komunikasi yang bagus," pungkasnya.


