"Dengan sparring bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif. Karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari ya," kata pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis Indonesia, Antonius Budi Ariantho, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Selasa (15/9).
"Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda," lanjut Anton.
Anton menambahkan, ganda putra yang membawa lima pemain sudah siap tanding. "Dari sejak di Indonesia sudah dibiasakan, lima pemain ini kami putar dengan pasangan yang berbeda. Saya rasa persiapan sudah matang banget, ya, tinggal lihat nanti ketemu siapa, kebutuhannya bagaimana," jelasnya.
Sementara itu, bagi ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, bertemu ganda putri Jepang menjadikan suasana latihan lebih seru. "Seru tadi bisa latih tanding dengan ganda-ganda Jepang. Biasanya jadi lawan, tapi hari ini bisa latihan bersama. Positif sekali hawanya dan ada suasana baru," kata Rachel.
"Ganda Jepang terkenal ulet dan tenaganya cukup kencang, tadi juga ada Hinata Suzuki/Nao Yamakita yang sudah sering ikut World Tour Series. Ini jadi tambahan modal kami ke Asian Games nanti," Febi, menimpali komentar partnernya.
Di Asian Games perdana mereka, Rachel/Febi ingin memberikan yang terbaik. "Hasil dari Kejuaraan Dunia jadi evaluasi bagi kami. Di sini kami harus lebih maksimal, tidak mau kalahnya ditingkatkan lagi. Senang bisa dipercaya main Asian Games," kata Febi, yang diamini Rachel.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dibuka pada 19 September. Cabang olahraga bulu tangkis dipertandingkan tanggal 20-24 September (beregu) dan 25-29 September (perorangan).


