Australian Badminton Open 2026 - Alwi: Terima Kasih buat Semua yang Sudah Mengkritik

Alwi Farhan, Indra Wijaya, dan tim (Humas PP PBSI)
Alwi Farhan, Indra Wijaya, dan tim (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Sydney | Gelar juara Australian Badminton Open 2026 menjadi titik balik bagi tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. Kesuksesan menjuarai turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut menjadi obat yang manjur untuk mengobati kekecewaan, setelah dalam beberapa bulan terakhir dibayangi hasil yang kurang memuaskan saat memperkuat tim Indonesia pada Piala Thomas 2026.

"Rasanya sangat-sangat amat senang dan bahagia karena beberapa bulan kemarin saya memang sangat amat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Minggu (14/6).

"Tapi Alhamdulillah saya terima kasih buat semua yang sudah mengkritik, sudah mendukung dan tetap mendukung dan mendoakan," tambah peraih gelar juara Indonesia Masters 2026 ini.

Alwi keluar sebagai juara Australian Badminton Open 2026 setelah memenangi laga final atas wakil China, Dong Tian Yao. Bertanding di Quaycentre, Sydney, Australia, atlet kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah itu, menang dua gim langsung dengan skor identik 21-13, 21-13 dalam tempo 43 menit.

Ia mengaku telah mempelajari permainan Dong melalui pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk saat menghadapi Anthony Sinisuka Ginting dan Moh. Zaki Ubaidillah. Berbekal analisis tersebut, Alwi berupaya mengantisipasi serangan Dong agar tidak kecolongan, terutama karena tunggal putra berperingkat ke-73 dunia itu memiliki postur tinggi yang membuat pukulan-pukulan atasnya sangat berbahaya. "Di gim pertama saya bisa pegang kontrol permainan. Sempat ketat di gim kedua awal, tapi saya bisa balik ke pola gim pertama," ungkapnya.

Menanggapi pencapaiannya, Alwi menyampaikan, gelar juara ini merupakan bagian dari proses panjang yang harus dilaluinya. Ia mengakui, perjalanan tersebut tidak mudah dan penuh tantangan, tetapi menegaskan tekadnya untuk tidak menyerah serta terus berupaya menjadi pribadi dan atlet yang lebih baik di setiap kesempatan.

"Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua, tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya. Saya mau berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih saya, dan tim pendukung semua yang berada di PBSI," katanya.

"Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia. Bulu tangkis Indonesia, pastinya. Karena belakangan ini memang yang kita tahu, kita tengah menghadapi situasi yang amat berat dan saya harap bulu tangkis Indonesia bisa segera membaik," demikian Alwi.