Indonesia mengunci set pertama dengan keunggulan 55-24 setelah menyapu bersih lima pertandingan. Memasuki set kedua, Indonesia melakukan perubahan komposisi di sektor ganda putri. Halifia/Aurelia kembali dipercaya tampil, kali ini menggantikan Adelia Nirul M/Yasintha Ristyna Putri. Namun, keputusan tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan setelah mereka harus mengakui keunggulan Kim Han Bi/Yeo Seo Young dengan skor 8-11.
Meski kehilangan poin pada laga pembuka set kedua, Indonesia dapat segera bangkit. Mayla membalikkan keadaan dengan kemenangan 22-17, yang kemudian diikuti kemenangan Fardhan Rainanda Joe, Moses Andar Simanjuntak/Atresia Naufa Candani, serta Joseph Marcellino Kyta/Anju Siahaan. Rangkaian hasil tersebut memastikan Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan 55-41.
Manajer tim Indonesia, Eskar Denatara, menilai kemenangan atas Korea Selatan menjadi modal yang sangat penting bagi langkah "Merah Putih" dalam upaya mengamankan tiket ke babak delapan besar. "Pertama, kami bersyukur bahwa anak-anak bisa bermain dengan baik. Saya kira kemenangan ini sangat penting untuk menjadi modal secara psikis tentunya. Karena selalu tidak mudah, partai pertama, apalagi melawan Korea," tanggap Eskar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Ia menilai, para pemain mampu menampilkan performa terbaik sepanjang pertandingan. Menurutnya, secara keseluruhan anak-anak bermain sesuai rencana dan menunjukkan penampilan yang optimal saat menghadapi tim muda "Negeri Ginseng" tersebut. "Beberapa masih ada yang canggung di awal tetapi kemudian saat pertandingan sudah berjalan, mereka mampu mengatasi kecanggungan itu," katanya.
Di partai kedua, Indonesia akan berhadapan dengan Makau pada Sabtu (27/6). Eskar mewanti-wanti untuk tetap menjaga konsentrasi dan bermain dengan enjoy. "Saya selalu katakan bahwa gim 11 itu kan, anything can happen," ujar Eskar..
"Menghadapi Makau, di atas kertas mungkin sedikit lebih unggul, tetapi pelajaran dari terjadi hari ini, bahwa anak-anak perlu tetap fokus konsentrasi, tidak boleh mengendurkan tekanan ketika unggul, demikian pula misal tertinggal tetap tenang, fokus poin demi poin," pungkasnya.



