"Hari ini di babak 64 besar memang lawannya cukup berat dan sangat susah untuk dimatikan. Saya tidak cukup satu kali pukulan untuk mematikan dia, jadi harus lebih sabar dan harus kuat fisiknya," kata pemain asal Mutiara Cardinal Bandung ini melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Mayla mengaku harus mengubah pendekatan permainan saat memasuki nomor perorangan. Berbeda dengan nomor beregu pada pekan lalu yang menggunakan sistem reli poin hingga 11, pertandingan perorangan kembali memakai format 21 poin sehingga menuntut pengaturan strategi dan stamina, agar tetap mampu tampil maksimal hingga poin-poin penentuan. "Bersyukur hari ini bisa memenangkan pertandingan," tuturnya.
Mayla menjadi satu dari empat tunggal putri Indonesia yang tampil di BAJC 2026. Selain dirinya, Indonesia juga menurunkan Jolin Angelia dari pelatnas serta dua pemain PB Djarum, Christabel Calista Purwanto dan Raisya Affatunisa.
Menghadapi persaingan dalam ajang yang berlangsung pada 1–5 Juli tersebut, Mayla datang dengan tekad besar untuk melangkah sejauh mungkin. Atlet kelahiran Bandung, Jawa Barat itu, membidik medali emas sebagai target utama. "Saya ingin meraih medali emas karena ini AJC terakhir saya tapi sebisa mungkin dimaksimalkan dulu setiap pertandingannya, step by step," pungkasnya.
Pada babak 32 besar, Mayla akan bertemu wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Huyen.


