Kemenangan di partai puncak turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut juga menjadikan An sebagai pemain pertama yang mampu menjuarai China Masters selama tiga tahun secara beruntun. Selain itu, hasil tersebut memperpanjang rekor pertemuan sempurnanya atas Miyazaki menjadi 8-0.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat, An tidak kehilangan satu gim pun sepanjang turnamen. Bahkan, tidak satu pun lawannya mampu mengumpulkan lebih dari 28 poin dalam satu pertandingan selama perjalanan An menuju podium tertinggi.
"Saya sangat bangga pada diri sendiri. Saya sangat puas dengan hasilnya dan merasa sangat bahagia," ujar pemain peringkat satu dunia tersebut setelah menambah satu lagi trofi dalam musim yang sudah luar biasa ini, usai laga yang digelar di Shenzhen Arena, Shenzhen, China.
Capaian tersebut menempatkan An di jalur untuk melampaui torehan 11 gelar juara individu yang berhasil diraihnya pada musim lalu. Meski demikian, peraih medali emas Olimpiade Paris 2025 dan juara dunia bertahan itu mengakui, persaingan ke depan akan semakin berat seiring munculnya generasi baru yang terus menunjukkan perkembangan.
"Banyak pemain baru yang bermunculan dan memberikan tantangan. Menurut saya, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap enteng," ujarnya, seraya menekankan pentingnya untuk terus berkembang dan mencari aspek-aspek yang perlu diperbaiki.
Miyazaki, pemain peringkat ke-9 dunia, memberikan perlawanan sengit pada awal pertandingan dengan memaksa An bergerak jauh ke belakang lapangan dan berupaya mengganggu ritme permainannya. Namun, pemain berusia 24 tahun itu tetap mampu menjaga ketenangan dalam menghadapi tekanan lawannya. "Tomoka memberikan tekanan besar yang sempat membuat saya agak kewalahan. Namun, saya berusaha menjaga tempo permainan dengan tenang dan tidak terburu-buru," ungkap An.
Setelah menjuarai China Masters 2026, An akan kembali ke Korea Selatan untuk mempersiapkan diri mempertahankan gelar pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang pada akhir September mendatang.


