China Masters 2026 - Jason Gunawan Bidik Target Lebih Tinggi

Jason Gunawan (Djarum Badminton)
Jason Gunawan (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Shenzhen | Jason Gunawan meraih pencapaian terbesar dalam kariernya setelah menjuarai China Masters 2026. Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu menutup perjalanan gemilangnya dengan mengalahkan rekan senegaranya, Lee Cheuk Yiu, melalui kemenangan dua gim langsung 21-9, 21-16 pada partai puncak yang berlangsung di Shenzhen Arena, Shenzhen, China, Minggu (6/9).

Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah bagi Jason sebagai pemain pertama dari Hong Kong yang menjuarai turnamen berlevel BWF World Tour Super 750. Meski demikian, gelar terbesar dalam kariernya sejauh ini tidak membuat Jason berhenti memasang target tinggi karena ia memandang kemenangan tersebut sebagai batu loncatan untuk mengejar pencapaian yang lebih besar. "Ini bukanlah tujuan akhir. Ini hanyalah titik awal dari sebuah perjalanan panjang," ujar Gunawan, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Pencapaian tersebut menjadi lompatan besar bagi Jason, yang sebelum China Masters 2026 baru sekali menembus babak empat besar dari 12 turnamen BWF World Tour yang diikutinya pada musim ini, yakni di Australian Open 2026. Kali ini, pemain peringkat ke-32 dunia itu melangkah hingga partai puncak dalam pertandingan yang telah mencatatkan sejarah bahkan sebelum pemenangnya ditentukan, karena untuk pertama kalinya di era Tur Dunia BWF, dua pemain tunggal putra Hong Kong saling berhadapan dalam perebutan gelar juara.

Dalam perjalanan menuju final, Jason juga menundukkan sejumlah pemain dengan peringkat lebih tinggi. Di antaranya adalah pemain nomor satu dunia Jonatan Christie asal Indonesia, pemain peringkat ke-5 dunia dari Denmark, Anders Antonsen, serta juara bertahan Weng Hong Yang asal China. "Sungguh luar biasa. Perjalanan minggu ini sangat mengesankan dan saya sangat senang dengan performa saya. Semoga ke depannya saya bisa tampil lebih baik lagi," ujarnya.

"Ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar bagi tim kami. Hal ini membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan para pemain yang lebih kuat dan memperkecil jarak kemampuan dengan mereka," Jason, menambahkan.

Sebuah tepukan apresiasi di kepala dari pemain senior menjadi salah satu momen yang mengiringi keberhasilan Jason. Meski baru saja meraih pencapaian terbesar dalam kariernya, ia tetap realistis dalam memandang posisinya di antara para pemain muda seangkatannya. Dengan sejumlah nama seperti Victor Lai dan Alex Lanier yang telah menembus jajaran 10 besar dunia, serta munculnya Ayush Shetty, Jason menyadari masih ada ketertinggalan yang harus dikejar untuk terus berkembang. "Saya masih agak tertinggal," tuturnya. 

"Alex adalah juara dunia, Victor peraih medali perunggu. Semoga saya bisa mengejar dan mencapai level yang sama dengan mereka, atau bahkan lebih baik. Saya selalu memotivasi diri bahwa mereka adalah panutan saya, dan saya ingin terus berjuang hingga bisa menantang mereka secara rutin," jelasnya

Ambisi tersebut menjadi semakin penting bagi Hong Kong China seiring peran Jason yang kian besar di sektor tunggal putra. Dengan Lee Cheuk Yiu dan Ng Ka Long Angus yang mulai memasuki fase akhir karier, keberhasilan Jason di Shenzhen menjadi gambaran menjanjikan mengenai potensi generasi penerus yang dapat diandalkan Hong Kong pada masa mendatang. "Saya rasa saya siap," ujar Jason, saat ditanya apakah ia siap memikul tanggung jawab tersebut. 

"Ini tantangan baru, namun langkah awalnya adalah saya harus terus meningkatkan kemampuan," tegasnya.

Setelah mencatatkan pencapaian terbesar dalam kariernya, Jason kini telah menetapkan target jangka pendek yang ingin dikejar pada rangkaian turnamen berikutnya. "Semoga saya bisa lolos ke World Tour Finals. Itu akan menjadi penutup tahun yang manis. Fokus saya saat ini adalah Asian Games, lalu tur Eropa. Kita lihat saja bagaimana posisi saya setelah itu," pungkasnya.