China Open 2026 - Fajar/Fikri Ditantang Jaga Konsistensi

Fajar Alfian, Antonius Budi Ariantho, & Muhammad Shohibul Fikri (Humas PP PBSI)
Fajar Alfian, Antonius Budi Ariantho, & Muhammad Shohibul Fikri (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Tokyo | Pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis Indonesia, Antonius Budi Ariantho, mengaku puas dengan keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026. Menurutnya, gelar juara tersebut terasa semakin istimewa karena diraih dengan menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada partai puncak. Meski demikian, Antonius mengingatkan anak asuhnya untuk segera mengalihkan fokus dan menjaga konsistensi permainan menjelang China Open 2026.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara turnamen BWF World Tour Super 750 itu setelah mengalahkan Kim/Seo, yang juga berstatus unggulan teratas, dalam final, Minggu (19/7). Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, pasangan unggulan kedua tersebut tampil solid untuk meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-17 dalam tempo 45 menit.

"Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia," kata Antonius melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Lebih lanjut Antonius menilai, Fajar/Fikri tampil sangat baik sepanjang pertandingan dengan mampu menekan jumlah kesalahan sendiri. Menurutnya, pasangan tersebut berhasil menjalankan instruksi untuk mendominasi permainan di area depan sekaligus meminimalkan kesalahan sendiri, sehingga mampu mengendalikan jalannya laga. "Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali," katanya.

Usai menjuarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus ke China Open 2026 yang berlangsung pada pekan ini di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China. Pada turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, pasangan unggulan kedua itu akan mengawali perjuangan menghadapi wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, pada babak pertama. "Masih ada China Open setelah ini jadi saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawannya tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000," kata Antonius.

"Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri," pungkasnya.