"Tadi kami cukup banyak kehilangan poin karena kesalahan sendiri. Secara pola permainan sebenarnya hampir sama seperti kemarin, tetapi di awal-awal gim kami terlalu banyak melakukan error yang seharusnya bisa dihindari," tutur Tiwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Tiwi berpendapat, kunci kemenangan pada pertandingan tersebut adalah tampil lebih aman tanpa memaksakan permainan berisiko tinggi. Menurutnya, dengan menjaga permainan reli panjang dan mempertahankan soliditas di lapangan, mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga meraih tiket semifinal.
"Secara keseluruhan, Alhamdulillah masih cukup baik. Walaupun sempat ada beberapa kesalahan di awal poin, kami bisa cepat kembali ke pola permainan yang diinginkan," tutur pemain asal Mutiara Cardinal Bandung ini.
Sementara itu, Fadia mengatakan, mereka berupaya mempertahankan fokus agar tidak kembali mengulangi kesalahan seperti yang terjadi di awal gim. "Titik baliknya mungkin karena kami saling mengingatkan untuk tidak kendur di setiap poin. Pola permainan lawan dari awal sampai akhir sebenarnya sama, jadi tantangannya adalah bagaimana kami tetap fokus dan tidak memberikan poin dari kesalahan sendiri," Fadia, menjelaskan.
Di babak empat besar, Sabtu (28/2), Tiwi/Fadia berhadapan dengan pasangan China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo. Fadia menyebut mereka sudah cukup memahami pola permainan Li, terlebih karena sebelumnya pernah bertemu di final Thailand, meski saat itu dengan Li berpartner dengan Bao Li Jing. "Kemungkinan pola permainannya tidak akan jauh berbeda, jadi kami harus lebih siap terutama di sejak awal pertandingan," pungkasnya.


