Fajar mengatakan, kemenangan tersebut diraih berkat persiapan yang matang, termasuk menyusun strategi khusus untuk menghadapi duo Fang. Menurutnya, mereka sudah beberapa kali berhadapan dengan Lee/Lee yang memiliki rotasi permainan solid serta pertahanan rapat, sehingga ia dan Fikri telah mempelajari kelebihan maupun kelemahan lawan sebagai bekal menghadapi pertandingan.
"Jadi kami mencoba bermain tidak terburu-buru. Kami bermain lebih rileks dan santai sambil mengatur bagaimana caranya untuk menyerang dengan struktur yang bagus," ungkapnya melalui keteragan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Fikri mengaku puas dengan penampilan mereka yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. Menurut dia, keberhasilan menerapkan permainan depan secara efektif membuat lawan terus berada di bawah tekanan dan kesulitan mengembangkan permainan. "Kami bisa mengontrol pertandingan sampai akhir," tanggapnya.
Pada babak delapan besar, Jumat (17/7), Fajar/Fikri bertemu dengan Ben Lane/Sean Vendy. Menatap laga tersebut, Fajar menegaskan target mereka adalah meraih kemenangan. Untuk itu, lanjutnya, mereka akan kembali menyiapkan strategi dan berdiskusi dengan pelatih guna menentukan pola permainan yang paling efektif menghadapi pasangan Inggris tersebut, termasuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan. "Semoga bisa menang seperti Argentina tadi di semifinal Piala Dunia," kata Fajar, seraya tertawa.



