"Pertama kondisi shuttlecock-nya cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan, hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya," tuturnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Jadi tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya tapi ya tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu," Jojo, menambahkan.
Pemain peringkat ke-4 dunia itu mengaku terlambat bereaksi dan beradaptasi dengan permainan lawan, terutama pada gim kedua. Meski sempat memperkecil ketertinggalan dengan meraih beberapa poin secara beruntun, ia menilai selisih angka yang sudah terlalu jauh membuat upayanya untuk bangkit tidak membuahkan hasil. "Cukup sulit untuk untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif," katanya.
Menurut Jojo, pola permainan Panitchaphon tidak jauh berbeda dibandingkan saat pertemuan terakhir mereka di Polytron Indonesia Open 2026. Pada laga tersebut, Jojo kehilangan gim pertama lalu bangkit dan mengamankan kemenangan 19-21, 21-10, 21-12 dalam waktu 58 menit. "Tapi di sini (Japan Open 2026) dengan kondisi bola yang seperti tadi, membuat dia lebih nyaman bermain dengan karakter dia yang lebih menyerang," pungkasnya.


