Kepastian gelar diraih melalui salah satu partai final ganda putri paling dramatis dalam beberapa waktu terakhir. Menghadapi pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, Kong/Kim bangkit setelah kehilangan gim pertama sebelum membalikkan keadaan dan menang 14-21, 21-15, 30-29 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Minggu (19/7).
Gim penentuan berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua pasangan saling bergantian memperoleh enam kesempatan match point dan terus menolak menyerah hingga skor menyentuh angka 29-29. Pada momen penentuan, Zhang gagal menuntaskan peluang lewat sebuah pukulan kill yang justru jatuh di luar garis lapangan. Kesalahan tersebut memastikan kemenangan Kong/Kim, yang seketika meluapkan kegembiraan setelah menyelesaikan salah satu final paling menegangkan musim ini.
"Saya tidak menyangka bisa mencapai babak final setelah operasi," ujar Kong, sebagaimana dilaporkan laman Federasi Bulu Tagnkis Dunia.
"Saya ingin berterima kasih kepada Kim, dia sangat membantu saya di sini, dan saya sangat bahagia dengan gelar juara ini," tambah atlet berusia 29 tahun tersebut.
Di balik ketegangan pada fase akhir gim penentuan, Kim mengungkapkan, ketenangan menjadi kunci keberhasilan mereka. Saat kedua pasangan saling bergantian memperoleh match point, ia memilih untuk tidak larut dalam kegagalan yang telah terjadi dan tetap fokus pada setiap reli berikutnya. "Kami memang banyak melakukan kesalahan, tetapi kami harus melupakannya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi," pungkasnya.


