Ubed mengakui kesulitan mengimbangi tempo permainan Antonsen pada gim pertama, sehingga lebih banyak berada di bawah tekanan. Memasuki gim kedua, ia mulai menemukan ritme permainan setelah memahami pola permainan lawan dan mampu mengantisipasi pengembalian-pengembalian bola dengan lebih baik.
Meski dapat memberikan perlawanan lebih sengit pada gim kedua, Ubed kehilangan momentum pada poin-poin krusial. Ia terpancing mengikuti permainan depan Antonsen, yang kemudian mampu mengantisipasi pola permainannya dan mengamankan kemenangan. "Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri," Ubed, menambahkan.
Meski langkahnya terhenti di babak kedua, penampilan tersebut menjadi debut yang menjanjikan bagi pebulu tangkis asal Sampang, Madura, Jawa Timur itu, di turnamen level BWF World Tour Super 750. Di babak pertama, Ubed mencatat kemenangan atas wakil Denmark, Rasmus Gemke, melalui rubber game dengan skor 21-14, 16-21, 21-18 dalam pertandingan berdurasi 68 menit. "Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin. Debut di Super 750, tapi secara hasil tentunya belum puas," katanya.
Usai Japan Open 2026, Ubed langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi turnamen berikutnya, China Open 2026, yang akan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China, 21-26 Juli. "Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan. Semoga bisa main, tapi di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik," pungkasnya.


