"Sejauh ini persiapannya cukup baik. Kita persiapan setelah China Open itu sekitar tiga mingguan. Tiga mingguan juga persiapan dari fisik, mental, dan tekni. Menurut saya cukup," kata Amri kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8) pagi.
Atlet bulu tangkis berusia 27 tahun ini menyebut, masih ada sejumlah aspek teknis yang perlu dibenahi sebelum mereka bertolak ke New Delhi. Dengan waktu yang tersisa, ia dan Nita akan mengoptimalkan persiapan sekaligus menyesuaikan program latihan dengan kebutuhan menghadapi Kejuaraan Dunia. Menurut Amri, persiapan kali ini memang terasa berbeda dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.
"Kita tetap semaksimal mungkin (persiapan) yang kita bisa. Dan kita mengupayakan apapun yang kita bisa lakukan. Dan pastinya, ada tambahan-tambahan (latihan)," ungkapnya.
Amri mengatakan, meski belum ditangani langsung oleh Kepala Pelatih baru, Nova Widianto, ia dan Nita tetap menjalani latihan di bawah arahan sejumlah pelatih yang menangani sektor ganda campuran setelah Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo tidak lagi mendampingi tim utama. Sementara itu, Nita menyebut tidak ada kendala berarti selama mereka menjalani program latihan sebagai persiapan menghadapi BWF World Championships 2026.
"Nggak ada (kendala). Paling juga sedikit perubahan di pola latihan. Ya, menurut saya itu bisa kita adaptasinya dengan cepat," katanya.
Nita juga mengatakan, tim pelatih tetap memberikan arahan secara rutin dalam setiap sesi latihan menjelang BWF World Championships 2026. Menurutnya, instruksi yang diberikan juga cukup detail, termasuk menyangkut setiap pukulan yang mereka lakukan selama latihan.
Keduanya sepikiran untuk tidak terlalu memikirkan status sebagai tumpuan Indonesia di sektor ganda campuran setelah dua pasangan "Merah Putih" mundur dari BWF World Championships 2026. Amri/Nita memilih mengesampingkan tekanan tersebut dan memusatkan perhatian pada persiapan dengan menjalani setiap sesi latihan secara lebih fokus.
"Kita tetap maksimal maksudnya hari-harinya, melakukan yang terbaik. Mungkin karena dari pelatihnya sendiri pun menuntut kita itu, bukan yang jadi ngebebanin ke kita, gitu," Nita, menjelaskan.
Amri juga mengatakan, tim pelatih justru mengajak mereka untuk bersama-sama meningkatkan performa sektor ganda campuran, tanpa memberikan label sebagai satu-satunya tumpuan Indonesia. Menurutnya, seluruh pemain didorong untuk bekerja keras dan berkembang bersama demi mengangkat kembali prestasi sektor tersebut. "Kita nanggung beban ini juga, ya, kita tanggung bareng-bareng semuanya. Nggak dilimpahin ke kita semua," katanya.
Amri/Nita memulai BWF World Championships 2026 dari babak 64 besar dan berhadapan dengan pasangan asal Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektaş.



