Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih melalui drama sengit pada gim penentuan. Berdasarkan laporan Antara, Bimo/Arlya sempat tertinggal 16-20 dan harus menghadapi empat match point, tetapi mampu bangkit untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan pada penampilan perdana mereka di kejuaraan dunia.
"Alhamdulillah masih diberikan kemenangan hari ini, tadi sudah tertinggal 16-20 di gim penentuan tapi kami coba main nothing to lose saja, yakin dengan apa yang kami punya, tidak usah memikirkan menang atau kalah," ujar Arlya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Arlya mengakui ketegangan sempat dirasakan saat menjalani pertandingan pertama mereka di kejuaraan dunia. Namun, rasa antusias yang besar juga menyertai debut tersebut, meski menurutnya hal itu sedikit memengaruhi penampilan mereka di lapangan. "Kami harus bisa lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi di match selanjutnya," katanya.
Sementara itu, Bimo mengakui permainan Maio/Palermo meningkat setelah mereka kehilangan gim pertama. Kondisi tersebut membuat Bimo/Arlya sempat kesulitan mengembangkan permainan hingga tertinggal 16-20 pada gim penentuan. "Akhirnya kami berpikir untuk fokus satu poin ini tidak boleh mati sendiri akhirnya pelan-pelan bisa mengejar," ungkap pemain asal PB Power Rajawali ini.
Secara umum, Bimo mengaku sangat senang dapat merasakan atmosfer kejuaraan dunia. Menurutnya, suasana pertandingan di panggung tersebut terasa luar biasa dan berbeda dibandingkan dengan turnamen-turnamen yang mereka ikuti sebelumnya. "Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi jadi kami mau maksimalkan sekarang," katanya.
Di babak 32 besar, Bimo/Arlya akan menantang pasangan asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.


