Kejuaraan Dunia 2026 - Lima Tunggal Putri yang Jadi Sorotan

Wang Zhi Yi (Djarum Badminton)
Wang Zhi Yi (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Pada BWF World Championships 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, 17–23 Agustus, Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, dan Han Yue, mengemban misi berat untuk mengakhiri puasa gelar tunggal putri China yang telah berlangsung selama 13 tahun. Rentang waktu tersebut terbilang panjang bagi negara yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dan telah melahirkan sederet legenda di sektor tunggal putri.

Lima pemain dari negara lain yang turut memperpanjang periode tanpa gelar China tersebut, juga bakal kembali bersaing pada edisi tahun ini. Mereka adalah Ratchanok Intanon (2013), Nozomi Okuhara (2017), Pusarla V Sindhu (2019), Akane Yamaguchi (2021, 2022, 2025), serta An Se Young (2023).

Mampukah China mengakhiri tren negatif tersebut? Akankah salah satu juara dunia sebelumnya kembali naik ke podium tertinggi? Atau justru muncul nama baru yang merebut gelar? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan ditemukan sepanjang persaingan BWF World Championships 2026. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), melalui lamannya pada Kamis (13/8) menyoroti lima tunggal putri yang patut diperhatikan dalam perburuan gelar di ibu kota India tersebut.

An Se Young
Pemain nomor satu dunia ini kembali menjalani musim luar biasa dengan meraih lima gelar dari enam final yang diikutinya, sekaligus membantu Korea Selatan merebut gelar Piala Uber. Cedera kaki yang dialaminya pada Japan Open 2026 menimbulkan kekhawatiran menjelang BWF World Championships 2026. Namun, melihat kemampuannya bangkit dari masalah cedera sebelumnya, An tetap diprediksi mampu kembali tampil tangguh di New Delhi.

Akane Yamaguchi
Paruh kedua musim 2026 menjadi panggung bagi performa impresif Yamaguchi. Pemain Jepang tersebut mencapai enam final secara beruntun dan merebut tiga gelar di antaranya. Meski nyaris tidak memiliki waktu istirahat sepanjang musim, Yamaguchi tetap mampu menjaga performa berkat kecepatan dan kegigihannya di lapangan. Setelah mengoleksi tiga gelar juara dunia dan menyamai pencapaian Carolina Marín, New Delhi menjadi kesempatan bagi Yamaguchi untuk mencetak sejarah dengan merebut gelar keempat, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain lain.

Chen Yu Fei
Juara Olimpiade Tokyo 2020 ini memang belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik, tetapi konsistensinya dalam persaingan perebutan gelar tetap terjaga. Chen telah meraih satu gelar dari empat final yang dicapainya musim ini. Ia juga selalu menembus setidaknya semifinal dalam 10 turnamen yang diikutinya, sebuah catatan yang menunjukkan peluangnya untuk kembali bersaing memperebutkan gelar dunia. Setelah dua kali menjadi runner-up dan tiga kali meraih medali perunggu di BWF World Championships, Chen tentu memiliki motivasi besar untuk melengkapi koleksinya dengan medali emas.

Wang Zhi Yi
Juara All England 2026 ini belum memiliki medali dari BWF World Championships dan tentu berambisi mengakhiri catatan tersebut di New Delhi. Wang menjalani paruh pertama musim dengan gemilang setelah mencapai lima final secara beruntun, termasuk kemenangan penting atas An Se Young dalam perjalanan merebut gelar All England. Meski performanya sedikit menurun dalam beberapa pekan terakhir, Wang tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih medali.

Pusarla V Sindhu
Pebulu tangkis tuan rumah ini mencatatkan kebangkitan mengesankan sepanjang musim 2026. Setelah empat tahun tidak meraih gelar pada level BWF World Tour Super 500 atau lebih tinggi, Sindhu kembali ke jalur juara dengan menjuarai Japan Open 2026. Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, ia mengalahkan sejumlah pemain elite, termasuk Han Yue, Chen Yu Fei, dan Akane Yamaguchi. Gelar itu menjadi trofi terbesarnya sejak menjuarai BWF World Championships 2019 sekaligus menghidupkan kembali peluang Sindhu untuk bersaing di papan atas saat tampil di hadapan publik sendiri.

Selain lima nama tersebut, BWF juga menyoroti sejumlah tunggal putri lain yang patut diperhatikan sepanjang BWF World Championships 2026, yakni Putri Kusuma Wardani dari Indonesia, Sim Yu Jin dan Kim Ga Eun dari Korea Selatan, Ratchanok Intanon dan Pornpawee Chochuwong dari Thailand, Neslihan Arın dari Turki, serta Kaloyana Nalbantova dari Bulgaria. Dari kubu tuan rumah, Unnati Hooda juga menjadi salah satu pemain yang berpotensi memberikan perlawanan sengit selain Sindhu.