"Tidak terlalu dibebani yang seperti apa. Kalau dari saya, sih, bukan karena muda. Kalau bisa sekarang kenapa nggak? Kenapa harus tunggu pas udah agak berumur? Tapi kalau dari muda aja bisa, kenapa enggak? Jadi kita juga pengin nunjukin kalau kita itu bisa," kata Joaquin kepada wartawan, ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8).
Namun, Joaquin menegaskan bahwa mereka tidak ingin membebani diri dengan ekspektasi tinggi pada penampilan perdana di kejuaraan dunia. Ia dan Raymond sepikiran untuk mengesampingkan target besar dan fokus menjaga pola pikir tetap jernih agar dapat menjalani pertandingan demi pertandingan di New Delhi. "Soalnya, emang kadang ekspektasi tinggi juga, ngancurin diri kita sendiri, kan. Jadi kita mau fokus aja per round, gimana cara menang dari babak ke babak," jelasnya.
Dari segi persiapan, lanjut Raymond, sejak China Open 2026, pasangan peringkat ke-12 dunia itu telah mempersiapkan diri secara maksimal guna menghadapi BWF World Championships 2026. Begitu pula dengan pemulihan fisik, setelah menjalani dua turnamen secara berturut-turut di Jepang dan China.
Mereka kini menerapkan pola pikir bahwa semua lawan yang dihadapi pada BWF World Championships 2026, memiliki kelebihan serta kelemahan yang sama. Mereka juga beberapa kali bersua pada sejumlah turnamen Tur Dunia BWF. Namun, ada nilai lebih yang dimiliki kejuaraan tersebut, sehingga banyak pasangan dunia mempersiapakan diri secara ekstra guna merebut gelar juara dunia. "Kejuaraan dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi," kata Raymond.
"Dan juga kalau menurut saya, medalinya beda sendiri. Soalnya saya pengin punya juga. Dulu junior, kan, saya di individualnya kalah," Joaquin, menimpali komentar partnernya.
Berbicara mengenai peluang, Joaquin memilih untuk tidak terlalu memikirkan hasil akhir yang akan mereka raih di New Delhi. Ia dan Raymond hanya ingin memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal serta mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding.
Dari hasil undian, Raymond/Joaquin mendapat bye pada babak 64 besar. Pada babak berikutnya, pasangan juara Australian Open 2025 tersebut akan menghadapi pemenang pertandingan antara wakil Vietnam, Nguyen Dinh Hoang/Tran Dinh Manh, dan pasangan Malaysia, Junaidi Arif/Yap Roy King. Menanggapi hasil undian tersebut, Raymond menilai mereka mendapatkan jalur yang cukup menguntungkan. "Soalnya, kan, lawan harus main sekali lagi. Cuma memang bedanya mereka sudah tahu lapangan saja dibanding kita," pungkasnya.



