Nami Matsuyama Beralih Sejenak dari Raket ke Corong Mikrofon

Nami Matsuyama (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nami Matsuyama (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Selama bertahun-tahun, Nami Matsuyama menjalani Japan Open sebagai atlet yang berjuang di lapangan. Namun, pada tahun ini, suasananya terasa berbeda. Dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi ACL, pebulu tangkis spesialis ganda asal Jepang itu menyaksikan Japan Open 2026 dari ruang komentator televisi, bukan dengan raket di tangan, melainkan dengan mikrofon.

Matsuyama menjalani debut yang tak terduga di Japan Open 2026 dengan peran baru sebagai komentator pendamping untuk penyiar J Sports. Ia bertugas mengomentari pertandingan ganda campuran yang melibatkan pasangannya, Hiroki Midorikawa, serta juara Olimpiade Misaki Matsutomo.

Bagi Matsuyama, pengalaman tersebut bukan sekadar mengisi waktu selama masa pemulihan. Kesempatan itu menjadi perwujudan ambisi yang telah lama dimilikinya sekaligus membuka perspektif baru terhadap olahraga yang selama ini sangat dikuasainya dari dalam lapangan. "Ini adalah salah satu impian saya. Saya hanya ingin mencobanya, dan hari ini saya berhasil melakukannya," ujarnya, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (14/9).

Namun, pengalaman tersebut ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkannya. "Rasanya sangat sulit. Sangat sulit, tetapi saya ingin melakukannya lagi," ucapnya sambil tertawa.

Minimnya pengalaman Matsuyama di nomor ganda campuran membuat peran tersebut sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk belajar. Ia tidak memosisikan diri sebagai komentator yang serba tahu, melainkan memanfaatkan pengalaman itu untuk memahami permainan ganda campuran dari sudut pandang yang berbeda. "Karena saya, kan, pemula. Sebenarnya, saya belajar banyak hal. Saya bukan ahli di nomor ganda campuran, jadi saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang ini," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai persiapan yang dilakukannya menjelang debut sebagai komentator pertandingan, Matsuyama justru menanggapinya dengan tawa. "Saya tidak melakukan persiapan apa pun," tutur atlet berusia 28 tahun ini.

Meski menyaksikan pasangannya bertanding dari pinggir lapangan, Matsuyama mengaku tidak merasa tergoda untuk segera kembali bertanding. Matsuyama mengatakan dirinya saat ini lebih memilih fokus pada proses pemulihan. Meski menikmati kesempatan menyaksikan turnamen dan pertandingan dari sisi lapangan, ia mengaku belum merindukan suasana bertanding. Menurutnya, sebelum mengalami cedera, rutinitas latihan dan aktivitas fisik setiap hari sudah menjadi bagian dari kesehariannya. "Sekarang kondisi fisik saya berbeda karena saya tidak lagi menjalani latihan intensif seperti itu," jelasnya.

Tahap berikutnya dalam proses pemulihan Matsuyama akan difokuskan pada upaya mengembalikan kondisi fisiknya secara bertahap. "Sebelum kembali berkompetisi, saya akan memulihkan kondisi fisik saya. Tubuh yang lebih besar dan otot yang lebih kekar," ujarnya, sambil berseloroh.

Meski fokus utamanya saat ini tetap kembali ke lapangan, pengalaman perdana sebagai komentator membuka perspektif baru bagi Matsuyama mengenai kemungkinan peran di luar dunia kompetisi. Respons positifnya terhadap pengalaman tersebut juga membuat peluang untuk kembali duduk di kursi komentator pada masa mendatang semakin terbuka.