Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana dijadwalkan menghadapi ganda campuran India peringkat ke-20 dunia, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto. Sementara itu, pasangan unggulan ketujuh Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan bertemu wakil Thailand, Phuwanat Horbanluekit/Benyapa Aimsaard. Adapun, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil bertemu unggulan ketujuh asal Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi.
Sebelum berlaga pada turnamen level BWF World Tour Super 300 ini, ketiga pasangan Indonesia tersebut telah saling berhadapan di Swiss Open 2026. Saat itu, Dejan/Bernadine kalah di babak 32 besar dari Adnan/Indah, sementara Amri/Nita menyingkirkan Adnan/Indah di perempat final.
Langkah Amri/Nita untuk menembus partai puncak pada turnamen dengan level yang sama, kemudian terhenti di semifinal, setelah kalah dari pasangan China, Cheng Xing/Zhang Chi, lewat rubber game 21-14, 15-21, 13-21 selama 57 menit.
Sementara itu, di nomor tunggal putra Moh. Zaki Ubaidillah akan menantang unggulan keenam asal Jepang yang juga juara Swiss Open 2026, Yushi Tanaka, sedangkan Anthony Sinisuka Ginting bertanding melawan Liao Jhuo-Fu asal Taiwan.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya pada Rabu (18/3) mencatat, sektor ganda putra --yang selama ini menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen Tur Dunia BWF-- belum pernah meraih gelar juara di Orléans Masters. Dengan tersingkirnya Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di babak pertama, kini tersisa dua pasangan unggulan asal Indonesia, yaitu Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (unggulan kedua) serta Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (unggulan ketiga).
BWF juga melaporkan, Indonesia berpeluang untuk mengakhiri paceklik gelar juara di nomor ganda campuran melalui dua pasangan unggulan, yakni Amri/Nita (unggulan ketujuh) dan Adnan/Indah (unggulan kedelapan).


