Pada pertandingan pertama, Denis tampil dominan dan tidak menemui kendala berarti saat menghadapi Dee. Ia mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-3, 21-7 untuk membuka langkah menuju babak utama. "Di babak pertama tadi saya menyiapkan dulu dari cara bermainnya dan untuk adaptasi, kemarin sudah melakukan tes lapangan jadi sudah bisa menyesuaikan," ungkapnya kepada wartawan.
Pada babak berikutnya, Denis mendapat perlawanan lebih sengit dari Farel Fadhilah Ukasyah, pemain asal PB Djarum. Setelah harus melalui pertarungan tiga gim, Denis akhirnya mampu mengamankan kemenangan 21-11, 16-21, 21-8 sekaligus memastikan tiket ke babak utama. "Di final kualifikasi melawan Farel, mungkin tidak berjalan semudah keinginan saya. Namun, saya juga harus menyiapkan cara lainnya jika lawan mengubah strategi.
"Jarang juga ada pemain tangan kiri, jadi saya harus antisipasi untuk buangannya dan cara mainnya," Denis, menanggapi lawan yang merupakan pemain kidal.
Denis mengakui sempat kehilangan kendali permainan pada penghujung gim kedua karena bermain terburu-buru dan terbawa pola permainan Farel. Memasuki gim penentuan, ia berusaha lebih sabar dan mampu menahan diri untuk kembali mengontrol jalannya pertandingan hingga meraih kemenangan.
Di babak utama, Denis akan menghadapi wakil Thailand, Wongsup Wongsup-in. Menatap laga tersebut, Denis memilih kembali mempersiapkan diri dengan mempelajari rekaman pertandingan calon lawan, menyusun strategi yang tepat, serta menjaga waktu istirahat agar kondisinya tetap prima. "Karena lawan selanjutnya pasti sudah bagus-bagus semua," pungkasnya.


