Rian mensyukuri kemenangan tersebut karena mereka mampu menyelesaikan pertandingan dengan lancar tanpa mengalami cedera. Namun, ia mengakui masih belum menemukan sentuhan terbaik pada gim pertama sehingga permainan mereka belum berjalan sesuai harapan. "Kami masih mencoba-coba pukulan dan adaptasi laju shuttlecock dan kondisi lapangannya," tutur Rian kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Memasuki gim kedua, Rian/Daniel berusaha meningkatkan tekanan sejak awal. Daniel menyebut strategi menyerang sejak start membuat mereka mampu merebut lebih banyak poin dan menjaga kendali permainan hingga akhir pertandingan.
Rian menyadari, format pertandingan yang dimulai dari babak 64 besar menuntut kesiapan fisik lebih baik. Ia dan Daniel harus siap menghadapi kemungkinan bermain dua kali dalam sehari sehingga kondisi tubuh dan stamina menjadi perhatian penting untuk menjaga konsistensi sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Rian juga mengapresiasi terhadap permainan Bagir/Raid yang tampil tanpa beban dan penuh percaya diri. Menurutnya, pasangan juniornya di Jaya Raya Jakarta tersebut berani memberikan perlawanan dan tidak menunjukkan rasa takut meski menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman. "Ini sangat bagus untuk perkembangan mereka yang masih usia taruna," pujinya.
Di babak 32 besar, Rian/Daniel akan menghadapi pasangan India, Suraj Goala/Nicholas Raj. Calon lawan mereka tersebut sebelumnya harus melalui pertandingan ketat pada babak 64 besar untuk menundukkan wakil tuan rumah, Fairuz Evan Mahindra/Yehuda Woceano Forhen Tumbol, melalui kemenangan tiga gim 21-15, 15-21, 21-17 dalam tempo 48 menit.


