"Feel-nya oke, sih. Aman, cocok juga sama Kak Apri," tanggap Taufik kepada wartawan saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada pertengahan pekan lalu.
Sementara itu, Apriyani mengaku sudah mengenal permainan atlet muda asal PB Power Rajawali Tangerang tersebut, yang menurutnya memiliki cukup banyak pengalaman di sektor ganda campuran. Namun, tantangan terbesar baginya adalah menyesuaikan pola kerja sama dengan pasangan setelah sekian lama tampil di nomor ganda putri.
"Bagaimana pun juga saya, kan, main double-nya masih tebal banget, maksudnya polanya masih double putri banget. Jadi menyesuaikannya itu lumayan sih. Ya, lumayan susah juga," ungkapnya.
Apri menambahkan, mereka hanya sempat menjalani satu kali sesi latihan bersama sebelum bertolak ke Jerman untuk mengikuti German Open 2026. Hal serupa juga dialami Taufik yang saat itu tampil pada Singapore International Challenge 2026. Kesempatan untuk lebih fokus berlatih bersama baru didapatkan pada pekan lalu, sekitar sepekan sebelum keberangkatan ke China.
Pada kesempatan tersebut, Taufik juga mengungkapkan, saat mengetahui kabar dipasangkan dengan Apriyani sampai di telinganya, ia langsung mempersiapkan diri, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Pasalnya, ia juga akan tetap tampil di sektor ganda putra bersama Daniel Edgar Marvino. Begitu pun Apri yang tetap bertarung di nomor ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari.
Adapun bagi Apri, meski sesi waktu latihan bersama sangat sempit, tetapi ia menekankan komunikasi yang menjadi hal utama dalam kemitraan baru ini. "Pasti nanti bakal ngasih tahu satu sama lain, bukan hanya saya doang yang ngasih tahu. Karena bagaimana pun, kan, dia juga jadi playmaker di lapangan. Karena ini main mixed, saya juga harus ngikutin dia," pungkasnya.


