Rian menilai, mereka tidak memulai pertandingan dengan baik karena gagal dalam menemukan ritme permainan sejak awal. Ia juga mengakui masih terlihat ragu-ragu pada gim pembuka, sehingga tidak dapat segera masuk ke pola permainan yang diinginkan. "Banyak mati sendiri yang membuat lawan juga bikin tambah percaya diri," tuturnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Pasangan Malaysia ini kalau saya lihat mempunyai permainan no-lob yang bagus dan antisipasinya cepat. Itu menjadi andalan mereka," Rian, menambahkan.
Sementara itu, Rahmat menyayangkan kegagalan mereka memanfaatkan keunggulan pada pengujung gim kedua. Ia menilai, mereka terlalu berhati-hati pada fase krusial tersebut, sehingga momentum permainan berbalik menguntungkan Kang/Aaron. "Harusnya lebih berani saja di terakhir-terakhir, tapi takut mati sendiri," tanggapnya.
Pencapaian Rian/Rahmat pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 ini bertolak belakang dengan hasil yang mereka raih pada All England 2026. Sepekan sebelumnya di Birmingham, Inggris, Rian/Rahmat mampu melaju hingga perempat final setelah mengalahkan pasangan Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, serta wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada dua babak awal.
Langkah mereka baru terhenti di babak delapan besar setelah gagal membendung pasangan peringkat ke-10 dunia asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi.


