"Untuk pertandingan tadi dari awal kami langsung agresif untuk menyerang dan tidak mau ketinggalan," kata Raymond melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Motivasi kami yang pasti mau main maksimal dulu aja," tambahnya.
Sementara itu, Joaquin berpendapat, tekanan menghadapi pasangan tuan rumah tidak terlalu terasa. Ia menyebut atmosfer pertandingan di Nimibutr Stadium relatif kondusif karena dukungan penonton tidak seramai di Istora, sehingga ia dan Raymond dapat bermain dengan lebih tenang dan menjalankan permainan secara normal.
Joaquin juga mengungkapkan rasa penasaran mereka untuk dapat meraih gelar juara Thailand Masters 2026, yang merupakan turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300. Setelah berhasil menjuarai ajang Super 100 dan Super 500, ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi tambahan untuk kembali tampil maksimal pada level turnamen berikutnya. "Jadi kami mau kejar Super 300 buat lengkapi gelar," pungkasnya.
Di babak delapan besar, Jumat (30/1), Raymond/Joaquin bertemu dengan pasangan Taiwan, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng.


