"Saya akui bermain tertekan terus dari gim kedua dan ketiga," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Ia menilai, Panitchapon mengembangkan permainan dibanding pertemuan sebelumnya. Terutama dengan kondisi laju kok yang lebih cepat sehingga membuat wakil negeri "Gajah Putih" itu tampil lebih agresif, berani, dan meningkatkan intensitas serangan. "Itu kelebihan dia yang saya kurang bisa antisipasi," katanya.
Pemain peringkat ke-14 dunia itu juga menilai, pola serangan Panitchapon pada pertandingan kali ini sulit diprediksi. Dibandingkan dua pertemuan sebelumnya, ia tampil lebih berani mengambil spekulasi yang kerap membuahkan hasil dan menyulitkan. "Saya mengakui kekalahan dan meminta maaf untuk Indonesia karena tidak bisa sumbang poin," ujarnya.
"Saya bakal lebih tanggung jawab bila ke depan kembali diturunkan," demikian Alwi.
Sebelumnya, tunggal pertama Jonatan Christie gagal menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia. Jojo, sapaannya, kalah tiga gim 16-21, 22-20, 20-22 dari pemain peringkat ke-2 dunia, Kunlavut Vitidsarn. Lalu ganda kedua Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, mampu membuat skor sama kuat menjadi 1-1. Mereka mengatasi perlawanan Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga melalui dua gim yang berakhir dengan skor 21-17, 21-18.



