"Senang dan bersyukur bisa menang pada laga hari ini," ucapnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tadi saya berusaha untuk keluar dari tekanan dan mencari solusi mainnya akan dibuat seperti apa. Tadi banyak variasi pola main yang saya terapkan mengikuti jalannya permainan," Denis, menambahkan.
Denis mengungkapkan, kekalahan dari Fardhan pada pertemuan terakhir mereka menjadi bahan evaluasi. Oleh karenanya, sebelum laga empat besar kali ini, ia kembali mempelajari pola permainan Fardhan melalui tayangan video.
Ia juga menambahkan, kegagalan tersingkir di fase grup pada Seleknas PBSI edisi tahun lalu, menjadi motivasi tersendiri, yang kini berbuah manis dengan keberhasilannya melangkah hingga final. "Besok saya mau membalas kekalahan atas Izza Al-Faruq Aston Martin (Gideon Badminton Academy)," katanya.
Sementara itu, Izza mencapai laga final setelah wakil Exist Badminton Club lainnya, Ghaisan Haidar Tsaqib, melalui dua gim 21-16, 21-18.


