"Rasanya senang, puji Tuhan bisa menang lagi. Terima kasih kepada para pelatih, orang tua yang sudah doain, dari klub juga yang sudah bantu," ujar Alvin kepada Djarum Badminton.
Ia menyebut kunci kemenangannya pada laga final kategori Tunggal Remaja Putra itu adalah bermain lebih sabar, terutama saat menghadapi kondisi kalah angin sehingga memilih mengikuti ritme permainan lawan. Pada gim kedua, Alvin sempat tertinggal dalam perolehan poin lalu berhasil bangkit dan meraih delapan poin beruntun untuk membalikkan keadaan.
Alvin memulai kompetisi berskala nasional ini dari babak 128 besar, mencapai final, hingga kembali naik ke podium tertinggi, tanpa kehilangan satu gim pun. Ia mengalahkan Muhammad Febrian Maulana asal Gideon Badminton Academy, Bryan Amos Pungus (Vios Jaktim), Aditia Arif Saputra (Gemilang Mataram), Muhammad Yusuf Al Malik Ramadhan (Mutiara Cardinal Bandung), Muhammad Ilham Pratama Tuansyah (PB Djarum), dan Kevin Maulana Pattirane (Mutiara Cardinal Bandung).
Pertengahan April lalu di Surabaya, Alvin menjuarai HYDROPLUS Sirnas A Jawa Timur 2026 setelah mengalahkan rekan satu klubnya, Arven Naufal Renaldi, dengan skor 21-16, 21-17. Alvin menilai, konsistensi latihan menjadi hal yang harus terus dijaga setelah meraih gelar di Surabaya, terlebih persiapannya menuju Kudus hanya berlangsung sekitar dua pekan.
Alvin menyatakan ingin terus meningkatkan level permainannya. Untuk Sirnas A berikutnya, ia berharap dapat tampil lebih maksimal dan mempertahankan performa positif yang telah ditunjukkannya.


