"Tadi di gim pertama, terus terang saya mainnya masih belum enak, jadinya banyak mati sendiri. Terus juga saya butuh waktu agak lama untuk beradaptasi dengan lapangan yang cahaya lampunya yang cukup silau," ungkapnya kepada Djarum Badminton.
Ia pun meluapkan rasa syukur setelah mampu menuntaskan laga babak kedua dengan kemenangan dua gim langsung, sama seperti saat menghadapi wakil tuan rumah Sharon Florence Eugene Sondakh pada laga pembuka, Senin (27/4). Dalam pertandingan tersebut, Wirda Najiha menang dengan skor identik 21-6, 21-6 atas pemain asal SOC Cemerlang Palu itu.
"Senang, sangat senang. Apalagi lawannya wakil tuan rumah, kan," tanggapnya.
Lebih lanjut Wirda menuturkan, meski cuaca di Palu terbilang panas, ia tidak menemukan kendala berarti dalam dua laga terakhirnya di ajang berskala nasional yang berlangsung pada 27 April–2 Mei tersebut.
Di perempat final, Rabu (29/4), Wirda berhadapan dengan wakil PB Djarum, Nafla Berly Syakira Al Habsy. "Ya saya harus mempersiapkan metal, fisik, dan juga persiapan untuk pola permainan dan taktik," katanya.
"Saya ingin melaju sampai final, dan mudah-mudahan bisa mendapatkan juara di Palu," demikian Wirda.



