Meski kalah, pasangan peringkat ke-9 dunia tersebut memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Selepas pertandingan, Felisha mengungkapkan bahwa dirinya dan Jafar kesulitan keluar dari tekanan, terutama akibat perubahan kondisi lapangan dan arah angin yang memengaruhi permainan mereka. "Kesempatannya ada, tetapi kami gagal memanfaatkannya. Di gim kedua juga kami banyak tertekan. Kondisi lapangan membuat kami tidak nyaman dan memang kami tidak bisa keluar dari tekanan. Selain itu, ada beberapa kendala teknis," ujar Felisha melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Jafar pun sependapat dengan partnernya. Ia menilai tekanan bermain di lapangan utama menjadi salah satu faktor yang membuat mereka gagal mengoptimalkan permainan. "Permainan sebenarnya cukup bagus dan tidak jelek. Hanya saja, di gim ketiga saya sudah menduga mereka akan bermain lebih cepat. Saya juga sudah bilang ke Felisha, tetapi tekanan itu membuat kami jadi ragu-ragu," kata Jafar.
Selain tekanan, faktor teknis lain yang dihadapi Jafar/Felisha adalah pengaruh lapangan dan kondisi angin. Hal tersebut sangat terasa terutama saat memasuki gim penentuan.
Di gim kedua, Jafar/Felisha mengaku bermain cukup nyaman. Namun, situasi berubah ketika berganti sisi lapangan di gim ketiga, yang membuat permainan mereka terasa lebih berat. "Kondisi anginnya sangat terasa berbeda. Di gim kedua, saat saya banyak servis, situasinya cukup aman untuk membangun serangan. Tetapi setelah berganti lapangan, kendalinya jadi sulit," jelas Felisha.
Ia menambahkan, Christiansen/Bøje mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan bermain lebih cepat dan terus menekan. "Mereka menang angin dan langsung menekan. Kami justru kalah dalam tekanan sehingga tidak bisa mengantisipasi dengan baik," lanjutnya.
Terkait target, terhenti di semifinal tentu tidak sesuai dengan harapan. Felisha sebelumnya menyebut bahwa target mereka di Indonesia Masters 2026 adalah meraih hasil terbaik. "Kalau sesuai target memang belum tercapai. Namun, ini sudah menjadi bahan evaluasi, terutama bagaimana caranya keluar dari tekanan lawan," tutur Felisha.
Felisha juga menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi dirinya dan Jafar, khususnya dalam menghadapi situasi saat kalah angin dan memaksimalkan kekuatan permainan di kondisi lapangan tertentu. "Untuk evaluasi ke depannya, power sebenarnya ada. Tapi saat kalah angin, kami sangat kesulitan untuk menyerang karena power-nya jadi kalah," pungkasnya.



