"Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan kita bisa memaksimalkan penampilan kita, tetapi hasilnya memang belum untuk kita," kata Nabila kepada wartawan, ditemui seusai debut mereka pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut.
Setelah kedudukan imbang 1-1, Nabila/Nahya dapat meladeni permainan wakil negeri jiran tersebut di gim penentuan. Bahkan, pasangan pelatnas itu sempat unggul cukup jauh dalam perolehan poin seusai interval. Namun, Chong/Vannesa mampu menyamakan kedudukan, berbalik mengambil alih keunggulan, hingga akhirnya memenangi laga berdurasi 62 menit tersebut. "Kita mengendurkan permainan kita, jadi banyak mati sendiri. dan fokusnya juga kurang," tutur Nabila.
"Kita sering mati-mati sendiri di gim ketiga itu, bola yang semestinya nggak mati, justru karena kesalahan sendiri kita jadi kehilangan poin," Nahya, menambahkan.
Nabila menilai, Chong/Vannesa tampil lebih agresif dengan melancarkan serangan secara beruntun, sementara mereka belum cukup siap dalam mengantisipasi rangkaian serangan serta bola-bola balik yang dilancarkan lawan. "Ketika kita terus-terusan menyerang, tapi kita nggak siap dengan bola serang balik dari mereka, begitu juga dengan buangan sama sambungan-sambungan kita," ujarnya.
Secara umum, pemain asal PB Jaya Raya itu mengaku senang dapat tampil untuk pertama kalinya di arena legendaris milik Indonesia tersebut. Namun, pada penampilan perdana yang berakhir dengan kekalahan itu, pemain asal PB Jaya Raya itu menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar dapat tampil lebih baik ke depannya.
"Saya senang bisa bermain di istora, tetapi kita mesti berbenah lagi dan memaksimalkan lagi penampilan kita," demikian Nabila.



