"Pasti senang. Senang dan terharu juga. Maksudnya, tahun 2025 nggak gampang juga buat saya pribadi. Jadi memang bisa main hari ini senang banget, sih," tanggap Anthony kepada wartawan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Tunggal putra "Merah Putih" itu menghentikan perlawanan Kantaphon Wangcharoen asal Thailand melalui dua gim 21-12, 21-7 dalam tempo 37 menit. Inilah kemenangan kedelapan Anthony atas wakil Negeri "Gajah Putih" tersebut dalam 11 pertemuan terakhir.
Meski menang, Anthony tak menampik rasa tegang yang meliputinya saat pertama kali memasuki lapangan. Ia mengaku merasakan suasana yang berbeda, walau telah beberapa kali tampil di Istora. Padahal, sembari menunggu kepastian tampil, ia menyebut telah mempersiapkan diri dengan baik sekaligus menjajal kondisi lapangan sehari sebelum turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut digelar.
"Karena memang dari list awal mulai pertandingan Indonesia Masters itu, belum masuk juga. Masih menunggu sembilan nomor kalau nggak salah. Dan kemarin last minute sudah dikasih tahu untuk main," ungkapnya.
"Memang dari awal, main nggak main tetap mempersiapkan ke Indonesia Masters. Karena, kan, kita nggak ada yang tau masuk atau nggaknya. Jadi memang hari ini cukup apa ya? Memulai tahun 2026 main di Istora dengan hati yang bersyukur," Anthony, menambahkan.
Di sisi lain, ia juga cukup terkejut dengan jumlah penonton yang hadir di Istora untuk menyaksikan partai-partai awal di babak kualifikasi. "Di luar ekspetasi saya, sih. Maksudnya, karena, kan, biasanya di hari awal kualifikasi, penonton juga nggak terlalu mau dateng. Karena yang mainnya juga masih belum yang ternama-ternama, lah, bisa bilang gitu secara kasarnya," tuturnya.
"Cuma tadi masuk ramai juga ternyata," demikian Anthony.



