"Tadi mainnya di gim pertama masih kurang enak, masih kurang yakin. Shuttlecock-nya cukup lambat jadi nggak bisa buru-buru untuk menyerang," papar Yusuf melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Lawan pun bermain baik, sabar dan rapat, pertahanannya sulit ditembus," tambahnya.
Secara umum Yusuf menilai pertandingan tersebut menjadi ajang awalnya untuk kembali beradaptasi dengan kondisi lapangan. Ia mengakui proses penyesuaian belum berjalan optimal pada gim pertama, meski mulai menemukan ritme permainan dan mampu mengejar ketertinggalan pada gim kedua. Namun, upayanya belum cukup untuk menyamakan kedudukan pada poin-poin akhir sehingga kemenangan pun menjadi milik Zhe .
Meski harus tersisih lebih awal, pengalaman bertanding di turnamen berlevel BWF Tour Super 100 ini tetap menjadi bekal berharga bagi Yusuf untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada akhir September. Ia bersama Moh. Zaki Ubaidillah dipercaya untuk memperkuat skuad "Merah Putih" di nomor beregu putra. "Ini modal untuk saya ke Asian Games, evaluasi dan perbaikan dari fisik dan pikirannya," tuturnya.
"Saya senang bisa terpilih masuk ke dalam tim, berharap bisa kasih yang terbaik buat Indonesia," demikian Yusuf.


