"Di satu sisi, karena saya melatih Malaysia, di satu sisi itu saya sedih. Tetapi di sisi lain, ada kelihatan regenerasi di ganda putra khususnya di Indonesia. Jadi ada mulai ada regenerasinya," ungkapnya saat sesi "Meet and Greet" di stan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kamis (5/6) malam WIB.
"Tapi memang butuh waktu, lah. Jadi apapun itu, tidak ada yang pernah instan. Dalam hitungan bulan. Pasti semua harus proses dan itu butuh waktu yang panjang," jelas Herry.
Dalam sesi jumpa penggemar tersebut, Herry mengungkapkan, ia telah menghabiskan sekitar setahun lima bulan melatih di Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia. Meski telah cukup lama bekerja di lingkungan bulu tangkis negeri tetangga, gaya bicaranya tetap tidak banyak berubah. Herry berseloroh, dalam kesehariannya ia memang kerap berkomunikasi dengan para pelatih dan pemain menggunakan bahasa Indonesia yang bercampur dengan sejumlah istilah dalam bahasa Melayu. "Kali ini, kan, lagi di Jakarta. Jadi logatnya disesuaikan," katanya, seraya tertawa.
"(Di Malaysia) Ya campur, lah. Tapi mayoritas kalau saya sama player, sama atletnya, kita ngomongnya bahasa Melayu. Ada juga bahasa Indonesia. Tapi, ya, agak sedikit dicampur,"Herry, menambahkan.
Malaysia masih menyisakan tiga wakil di babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026, seluruhnya berasal dari sektor ganda. Ketiga wakil tersebut adalah pasangan ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, ganda putri Pearly Tan/M. Thinaah, serta ganda campuran Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (5/6), Goh/Izzuddin menghadapi pasangan India, Hariharan Amsakarunan/M. R. Arjun. Sementara itu, Pearly/Thinaah bertemu wakil Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara. Adapun Goh/Lai berhadapan dengan pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, yang berstatus juara bertahan di sektor ganda campuran.


