Tanaka menyadari tantangan yang dihadapinya bukan hanya datang dari kualitas permainan Jojo, sapaannya, tetapi juga atmosfer pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ia juga memahami, mayoritas penonton akan memberikan dukungan penuh kepada Jojo, yang menjadi salah satu harapan tuan rumah untuk melangkah jauh di turnamen level tinggi tersebut.
"Saya yakin suasana di Istora akan sangat ramai saat menghadapi Jonatan. Namun, saya akan berusaha tetap fokus pada permainan. Saya tidak ingin terlalu memikirkan siapa lawan yang dihadapi ataupun dukungan yang diterimanya. Di mana pun bertanding dan siapa pun lawannya, fokus saya adalah meraih poin demi poin," papar Tanaka kepada Djarum Badminton.
Ia mengakui, jeda waktu istirahat antara laga di babak kedua dan pertandingan melawan Jojo di perempat final, sangat sempit. Namun, di berbagai turnamen sebelumnya, ia telah terbiasa bertanding di malam hari. "Jadi yang pasti istirahat harus cukup, jaga pola makan, dan menjelang pertandingan, pemanasannya juga harus baik," tuturnya.
Tanaka melaju ke babak delapan besar setelah meraih kemenangan atas Shi melalui dua gim langsung 21-16, 21-11 hanya dalam waktu 31 menit. "Saya melihat Shi Yuqi tampaknya mengalami sedikit masalah pada tangan kanannya. Namun, ini adalah turnamen level Super 1000, sehingga apa pun kondisinya, baik saya maupun dia harus tetap berjuang dan memberikan yang terbaik hingga pertandingan berakhir," ujarnya.
"Saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini," kata Tanaka terkait kemenangan perdananya atas Shi.


