Laga empat besar antara Jojo dan Teeraratsakul memang sudah dinantikan khalayak terlebih bagi para penonton yang memadati Istora. Jojo gagal menemukan permainan terbaiknya di gim pertama, ia terus ditekan oleh runner-up Indonesia Masters 2026 itu. Jojo lantas mencoba untuk bangkit di gim kedua, bermain lebih sabar, dan menunggu, celah untuk melancarkan serangan. Upaya ini berhasil.
Di gim ketiga, Teeraratsakul tampil antiklimaks, sementara Jojo masih berusaha untuk terus konsisten dengan tempo permainannya. Unggul jauh hingga 17-11, Jojo makin sulit dikejar, sedangkan Teeraratsakul semakin di bawah tekanan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Satu pengembalian Teeraratsakul yang melebar ke sisi kiri lapangan membuat Jojo memastikan kemenangan.
"Bersyukur, puji Tuhan bisa melaju ke babak final setelah permainan yang cukup menegangkan karena kondisi bola cukup berbeda dibanding sebelumnya. Hari ini shuttlecock sangat cepat dan ini cukup menguntungkan lawan karena dia pemain menyerang, smesnya sangat kencang," paparnya melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Tadi pertama saya kurang mengantisipasi hal ini, sehingga banyak poin yang lawan dapatkan dan memang serangannya bagus banget. Di babak kedua saya coba untuk bermain lebih agresif, dan puji Tuhan bisa keluar dari tekanan," Jojo, menambahkan.
Kemenangan hari ini ternyata punya makna tersendiri bagi Jonatan, ini adalah kali pertama ia menembus babak final turnamen Indonesia Open. Jonatan mengatakan bahwa kesempatan ini sudah dinantikannya sejak lama. "Ini final pertama saya di Indonesia Open dan bisa melangkah sejauh ini sangat berarti sekali untuk saya. Saya menunggu momen ini cukup lama. Saya berusaha mencari formula yang tepat juga, dan ya mungkin waktunya Tuhan kasih di tahun ini," ungkapnya.
Di laga puncak, Jojo sudah ditunggu Victor Lai asal Kanada, yang lebih dulu dulu lolos ke partai puncak turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 ini setelah mengalahkan Chou Tien Chen asal Chinese Taipei dengan skor 21-19, 19-21, 21-19. "Victor adalah pemain muda ketiga yang saya hadapi di turnamen ini. Pertama Alwi (Farhan), lalu Panitchaphon dan Victor. Pemain muda punya speed, punya ketahanan, daya juang, semangat yang cukup tinggi," tanggapnya.
"Terlihat tadi dia menghadapi Chou Tien Chen juga sangat ketat permainannya. Itu yang perlu diantisipasi," Jojo, menjelaskan.
Jojo dan Lai belum pernah saling berhadapan, laga di final besok menjadi pertemuan perdana bagi kedua pemain.


