"Pertandingan yang ramai menurut saya. Kami merasa banyak diuntungkan karena menang kalah anginnya terasa dan kami bisa lebih mengontrolnya," tutur Rachel melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Pastinya bagi kami berempat dengan dukungan penonton di Istora sangat termotivasi. Semakin banyak dukungan, semakin kami mau memberikan yang terbaik," tambahnya.
Sementara itu, Ana, sapaan akrab Febriana, bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dalam kondisi tanpa cedera. Meski demikian, ia mengakui hasil yang diraih belum sesuai dengan target dan harapan yang telah dipasang sebelumnya. "Untuk ke depannya, kita akan terus belajar dari apa yang kurang," tanggapnya.
"Hari ini kami bermain kurang sabar, ingin buru-buru mematikan mereka. Kami harus saling mengingatkan bila kami sedang main tidak pas ritmenya," Ana, menambahkan.
Di babak empat besar, Sabtu (6/6), Rachel/Febi akan menantang ganda putri asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Rachel menilai, ia dan Febi harus mampu langsung menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan. Kesiapan untuk segera masuk ke dalam pola permainan, menurutnya, akan menjadi faktor penting dalam menghadapi pasangan nomor satu dunia tersebut. "Tidak boleh terlambat panas. Jaga kondisinya dan pikirannya juga," pungkasnya.


