All England 2026 - Raymond/Joaquin, Harapan Terakhir

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjadi satu-satunya wakil "Merah Putih" yang menembus babak empat besar turnamen bulu tangkis All England 2026, setelah lima wakil Indonesia lainnya gagal meraih kemenangan di perempat final, Jumat (6/3). Pasangan debutan tersebut memastikan tiket semifinal usai membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Dalam pertemuan perdana dengan pasangan peringkat ke-3 dunia itu, Raymond/Joaquin menang dua gim langsung 21-18, 21-12 dalam tempo 36 menit. "Puji Tuhan pastinya senang bisa melaju ke semifinal All England, salah satu tujuan atlet bulu tangkis untuk main di sini," tanggap Raymond melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, setelah laga yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris.

"Saya tidak sabar merasakan atmosfer semifinal dan pengin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," tambah atlet kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 24 April 2004 tersebut.

Sementara itu, Joaquin menarik muka kaget setelah memastikan satu tempat di semifinal turnamen paling prestisius di dunia tersebut. Meski demikian, ia menegaskan masih harus membuktikan diri dengan menampilkan performa terbaik pada laga empat besar yang berlangsung pada Sabtu (7/3). "Kami mau membuktikan untuk semua yang meragukan kami, bahwa kami bisa dan mohon doa dan dukungan untuk besok," katanya.

Pemain yang lahir pada 14 September 2005 di Jakarta tersebut menegaskan, mereka memasuki arena pertandingan dengan keyakinan memiliki peluang yang sama untuk meraih kemenangan. Sejak awal, lanjutnya, ia dan Raymond mematok target untuk berani menghadapi para pemain senior yang berada di atas mereka. "Ketika ada kesempatan itu kami berusaha melakukan yang terbaik, puji Tuhan bisa sampai ke semifinal," katanya.

"Kami, tadi lebih percaya sama diri sendiri dan menjalankan instruksi pelatih untuk lebih banyak mencari dan melakukan serangan," Raymond, menambahkan.

Tantangan berikutnya bagi pasangan juara Australian Open 2025 tersebut adalah menghadapi ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di babak empat besar. "Tekanan jadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal All England pasti ada, tapi kami tidak mau menjadikan itu sebuah beban," demikian Raymond.