Popov bersaudara tampil agresif sejak awal gim pertama dengan membukukan tiga poin beruntun. Sabar/Reza baru mampu menghentikan laju lawan setelah kok dari pengembalian backhand Christo menyangkut di net. Namun, dominasi Popov/Popov terus berlanjut hingga mereka unggul 11-4 saat interval, yang dicapai dalam waktu tujuh menit.
Seusai jeda, Popov/Popov tetap mempertahankan kendali permainan, sementara Sabar/Reza kerap melakukan kesalahan sendiri, seperti pengembalian yang melebar maupun kok yang menghantam net. Duo Prancis itu pun dengan cepat meraih sembilan game point, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-12.
"Kami kesulitan hari ini karena shuttlecock-nya sangat lambat jadi kami menyerang tidak tembus lalu saat diserang balik juga kurang siap," tanggap Reza melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Popov bersaudara melanjutkan dominasi mereka dengan pertahanan yang solid sepanjang paruh awal gim kedua. Mereka mampu menjaga keunggulan hingga memimpin 11-8 saat interval. Setelah istirahat, upaya Sabar/Reza untuk bangkit sempat membuahkan hasil dengan memperkecil ketertinggalan hingga hanya terpaut tiga poin dari lawan.
Namun, permainan agresif pasangan kakak-beradik itu kembali sulit dibendung oleh Sabar/Reza. Popov/Popov terus memperlebar keunggulan hingga 18-11, meraih delapan match point, lalu mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-12, setelah smes Toma yang diarahkan ke tengah lapangan gagal dikembalikan oleh Sabar.
"Ini pertemuan kedua kami dengan mereka tapi kondisi hari ini benar-benar berbeda, selain karena shuttlecock-nya yang terasa cukup berat, juga karena Popov bersaudara bermain sangat baik, sangat rapi. Sementara kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik," tanggap Sabar.
"Kami harus evaluasi dan belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen selanjutnya bisa lebih baik," pungkasnya.


