"Kalau persaingan, menurut aku, dari top 10 dan top 32 itu masih sama, sih. Cuma kalau yang top 4 itu kayak harus benar-benar dari awal konsisten. Baik dari segi pola, ketahanan, dan juga pikiran," ungkap Putri kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
Meski dihadapkan pada tantangan berat pada turnamen yang berlangsung 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris tersebut, Putri tetap menyatakan diri penuh semangat. Ia tak ingin terbebani status sebagai satu-satunya wakil tunggal putri, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk meraih hasil terbaik, sekaligus memberi dorongan dan inspirasi bagi para juniornya di Cipayung. "Biasa aja, karena dari kemarin juga sendiri, kan," kata pemain peringkat ke-6 dunia ini.
"Pasti ada pressure, cuma aku nggak terlalu mau memikirkan pressure aja. Buat motivasi juga untuk aku bisa tampil yang baik, terus juga bisa membawa hal-hal positif di setiap pertandingan, supaya yang junior-junior bisa lebih semangat lagi," Putri, menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, Putri juga menyampaikan dukungannya terhadap keputusan PP PBSI yang memberangkatkan skuad pelatnas lebih awal guna menjalani proses aklimatisasi dengan kondisi dan cuaca di kota tujuan. Ia menilai langkah tersebut penting agar para pemain dapat beradaptasi secara optimal. "(Penyesuaian) Udara yang pertama, karena musim dingin. Terus dari pemanasan dan atmosfer lapangan," katanya.
Lantas, target apa yang dipatok oleh Putri pada turnamen berkarpet abu-abu tersebut? "Target aku bisa masuk delapan besar dulu," jawabnya.


